Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Sampai Kecele, Siapkan Kartu Sakti Ini Jika Ingin Beli BBM Nelayan di SPBU Reguler Ambon

📅 Senin, 11 Mei 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Jangan Sampai Kecele, Siapkan Kartu Sakti Ini Jika Ingin Beli BBM Nelayan di SPBU Reguler Ambon Doc: ANTARA/Penina F Mayaut
Ket. Kapal nelayan bersandar di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Tantui, Kota Ambon.

AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mengambil langkah agar para nelayan di Kota Ambon dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU umum dengan menggunakan kartu nelayan rekomendasi dari dinas perikanan.

“Kami sementara meminta penambahan SPBU nelayan. Hari ini nelayan dengan menggunakan kartu nelayan dan rekomendasi dari dinas perikanan sudah bisa membeli di SPBU umum,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin.

Ia mengatakan, usulan penambahan fasilitas SPBU khusus nelayan guna mempermudah akses bahan bakar bagi para nelayan. Ia mengaku, terdapat sejumlah SPBU di Kota Ambon yang melayani pembelian BBM baik untuk masyarakat umum maupun nelayan.

Meski demikian, Bodewin mengakui salah satu SPBU nelayan di kawasan Tantui sementara belum beroperasi karena masih dalam proses penyelesaian perizinan dan kerja sama lanjutan.

“Kalau BBM nelayan memang ada satu di Daerah Tantui yang sementara ditutup karena soal perizinan dan kerja sama lanjutan. Tapi di SPBU Pohon Pule masih bisa digunakan menggunakan kartu nelayan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah kota terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait pemenuhan kebutuhan BBM, termasuk minyak tanah, bagi masyarakat dan nelayan di Kota Ambon.

“Persoalan BBM ini menjadi tanggung jawab bersama antara Pemkot dan Pertamina. Kami terus berkoordinasi terkait kebutuhan BBM, termasuk minyak tanah di Kota Ambon,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah juga mendorong pengalihan penggunaan minyak tanah ke LPG untuk kebutuhan memasak rumah tangga guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap minyak tanah.

Terkait kelangkaan minyak tanah yang dikeluhkan masyarakat, Pemkot Ambon mengaku masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab dan langkah penanganannya sehingga distribusi kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Pemkot Ambon berharap distribusi BBM dan minyak tanah di seluruh wilayah kota dapat berjalan lancar sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun para nelayan yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk melaut dan kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Bodewin juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM dan minyak tanah sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan, sementara pengawasan terhadap distribusi energi akan terus diperkuat bersama Pertamina dan instansi terkait guna mencegah terjadinya kelangkaan di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

Semenit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

Semenit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.