Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deteksi Dini Lupus di Jakarta Kini Sasar Perempuan Usia Produktif.

📅 Senin, 11 Mei 2026, 11:45 WIB | Oleh:
Deteksi Dini Lupus di Jakarta Kini Sasar Perempuan Usia Produktif. Doc: Antara Foto
Ket. Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan vaksin HVP (Human Papillomavirus) gratis bagi 500 warga, khususnya perempuan dalam rangka menyongsong peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan wanita berusia 18 tahun ke atas menjadi sasaran utama program skrining penyakit lupus, baik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

"Sasaran utama program skrining, karena disebutkan angka perempuan itu lebih tinggi (terkena lupus), kami fokuskan lebih kepada perempuan usia 18 tahun," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni dalam seminar daring di Jakarta, Senin.

Hasil studi secara konsisten, kata dia, menunjukkan perempuan lebih berisiko mengidap lupus 8-13 kali lebih besar dibandingkan laki-laki.

Sementara itu, berdasarkan data hingga April 2026, skrining di puskesmas telah menjangkau sekitar 943 orang yang dicurigai mengidap lupus, kemudian dilakukan rujukan.

Di sisi lain, data BPJS menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus lupus, baik di rumah sakit maupun rujukan dari FKTP setiap tahunnya, yakni 192.614 kasus pada 2023, kemudian naik sekitar 24 persen menjadi 238.954 kasus pada 2024, dan menjadi 247.743 kasus pada 2025.

"Mungkin, tenaga kesehatan sudah lebih kenal dengan lupus. Tapi di sisi lain, angkanya makin naik, sehingga kita perlu sama-sama meningkatkan pengetahuan, kemudian kompetensi bagaimana kita menemukan secara dini kasus lupus di FKTP," ujar Puji.

Lupus merupakan penyakit reumatik autoimun kronis yang dapat mengenai berbagai organ. Dalam kondisi lupus, sistem imun kehilangan kemampuannya untuk membedakan zat asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri.

Kondisi ini menyebabkan produksi antoantibodi berlebihan yang menyerang jaringan sehat. Autoantibodi tersebut membentuk kompleks imun yang memicu peradangan dan kerusakan jaringan.

Puji menjelaskan lupus merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi karena gejalanya tidak spesifik sehingga dijuluki sebagai penyakit dengan seribu wajah.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar mereka dapat mengenali gejala lupus sejak dini. 

Edukasi juga diberikan kepada tenaga kesehatan, salah satunya melalui seminar daring, sehingga FKTP selain puskesmas dapat melakukan deteksi dini yang lebih terarah, lebih efektif, tidak under-diagnosa, dan juga tidak over-diagnosis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

22 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.