Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencatan Senjata Kian Rapuh: UEA Diserang Rudal Saat Negosiasi Iran-AS Masih Buntu

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Gencatan Senjata Kian Rapuh: UEA Diserang Rudal Saat Negosiasi Iran-AS Masih Buntu Doc: AP
Ket. Gencatan senjata rapuh antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik kritis setelah United Arab Emirates melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak pada Jumat. Insiden terbaru itu terjadi hanya beberapa jam setelah militer AS mengklaim berhasil menggagalkan serangan terhadap kapal perang mereka di Selat Hormuz.

JAKARTA - Gencatan senjata rapuh antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik kritis setelah United Arab Emirates melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak pada Jumat. Insiden terbaru itu terjadi hanya beberapa jam setelah militer AS mengklaim berhasil menggagalkan serangan terhadap kapal perang mereka di Selat Hormuz.

Otoritas UEA menyatakan belum ada laporan langsung terkait korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan tersebut. Namun pemerintah setempat meminta warga untuk tidak mendekati puing-puing hasil pencegatan udara yang jatuh di sejumlah wilayah.

Kementerian Pertahanan UEA mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga juga diminta tidak memotret maupun menyentuh serpihan benda yang jatuh dari udara demi alasan keselamatan.

Ketegangan meningkat ketika Iran dan AS masih menjalani negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Meski kedua negara masih menahan diri dari perang besar-besaran, serangan sporadis terus memicu kekhawatiran dunia.

Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah program nuklir Iran. Program tersebut sebelumnya menjadi alasan utama Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Selain isu nuklir, Selat Hormuz juga menjadi fokus utama pembicaraan. Jalur perdagangan energi global itu hampir sepenuhnya ditutup Iran sehingga memicu gangguan besar terhadap distribusi minyak dan gas dunia.

Pemerintah Iran pada Kamis menyatakan tengah mempelajari proposal terbaru dari AS. Proposal itu dikirim melalui Pakistan yang saat ini bertindak sebagai mediator utama dalam negosiasi damai.

Presiden Donald Trump meremehkan bentrokan terbaru antara Iran dan Angkatan Laut AS. Ia menyebut serangan balasan Amerika terhadap Iran hanya sebagai "sentuhan kasih sayang".

Trump tetap optimistis kesepakatan damai dapat dicapai kapan saja. Namun ia juga kembali mengancam akan melancarkan pemboman jika Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan.

"Mereka harus mengerti: Jika itu tidak ditandatangani, mereka akan mengalami banyak kesulitan," ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Media pemerintah Iran melaporkan pasukannya terlibat baku tembak dengan musuh di Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz. Laporan lain juga menyebut suara ledakan terdengar di wilayah barat Tehran.

Militer AS sebelumnya mengklaim berhasil mencegat serangan Iran terhadap tiga kapal Angkatan Laut mereka pada Kamis malam. Sebagai respons, Washington meluncurkan serangan balasan terhadap fasilitas militer Iran.

United States Central Command menyebut serangan tersebut sebagai bentuk pertahanan diri. Mereka menegaskan tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut tetapi siap melindungi pasukan Amerika.

Di tengah konflik tersebut, Pakistan terus memainkan peran diplomatik. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dilaporkan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

Dua Pilot Lanud Iswahjudi Berhasil Capai Terbang Solo

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Dua Pilot Lanud Iswahjudi B...
Megapolitan
Pasar Global Disikapi denga...
Megapolitan
Pemberdayaan Memerlukan Tek...
Nasional
Santri Korban Keracunan Mak...
Megapolitan
Jakarta Siaga Penuh Hadapi ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.