Gencatan Senjata Kian Rapuh: UEA Diserang Rudal Saat Negosiasi Iran-AS Masih Buntu
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPerdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya terus menjalin komunikasi intensif dengan kedua pihak. Islamabad berharap gencatan senjata dapat diperpanjang dan perang segera berakhir.
Di sisi lain, konflik juga mulai berdampak pada pelayaran internasional. Sebuah kapal tanker minyak dengan awak berkewarganegaraan Tiongkok dilaporkan diserang di dekat Selat Hormuz.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun serangan itu memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan global.
Perusahaan pelayaran Lloyd’s List Intelligence juga melaporkan Iran membentuk badan baru bernama Otoritas Selat Teluk Persia. Lembaga itu disebut bertugas menyetujui perjalanan kapal sekaligus memungut biaya transit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah Iran memicu kekhawatiran baru di sektor pelayaran dunia. Ratusan kapal komersial kini dilaporkan tertahan di kawasan Teluk Persia akibat ketidakpastian keamanan.
Gangguan distribusi energi global juga membuat harga bahan bakar melonjak di banyak negara. Beberapa negara Asia mulai mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi potensi krisis energi yang lebih luas.
Pakar hukum maritim internasional menilai kebijakan Iran melanggar hukum laut internasional. Amerika Serikat juga mengancam akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang membayar biaya transit kepada Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski pasar global mulai berharap konflik segera mereda, situasi di lapangan masih sangat rentan. Serangan terbaru menunjukkan perdamaian antara Iran dan AS masih jauh dari kata aman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!