Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

21.600 Liter Air Bersih Hadir Setiap Hari, Warga Pasirranji Mulai Bernapas Lega

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 16:38 WIB | Oleh:
21.600 Liter Air Bersih Hadir Setiap Hari, Warga Pasirranji Mulai Bernapas Lega Doc: Bosch Indonesia
Ket. 40 kepala keluarga telah terhubung dengan jaringan air bersih melalui program “Bosch Water Project” yang dijalankan Bosch Indonesia bersama Habitat for Humanity Indonesia.

Akses air bersih di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, belum sepenuhnya merata. Bagi sebagian warga, kebutuhan air layak konsumsi masih harus dihadapi dengan berbagai keterbatasan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Air tanah dari sumur di sekitar permukiman memang masih dimanfaatkan, namun umumnya belum memenuhi standar. Kondisinya kerap keruh dan tidak selalu aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini terjadi meski upaya pengeboran sumur hingga kedalaman 135–150 meter telah dilakukan, namun hasilnya tetap belum dapat dimanfaatkan secara optimal. “Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan. Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan,” ujar Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar.

Keterbatasan sumber air tanah membuat sebagian besar warga bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Di tengah kawasan industri yang terus berkembang, air bersih justru harus didatangkan dari jarak hingga belasan kilometer sebelum akhirnya bisa digunakan di rumah.

Proses distribusinya tidak hanya memakan waktu, tetapi juga bergantung pada ketersediaan armada dan antrean pasokan. Dalam kondisi tersebut, air menjadi kebutuhan yang harus direncanakan dengan cermat agar tidak habis sebelum pasokan berikutnya tiba.

Atang, warga Kampung Cimahi yang telah lebih dari lima tahun tinggal di wilayah tersebut, masih mengingat masa ketika air tidak pernah benar-benar tersedia di rumahnya. “Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang. 

Ia menyebut biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp160.000 per minggu atau hampir Rp1 juta per bulan, belum termasuk pembelian air galon saat kondisi darurat. Namun, persoalan tidak hanya biaya, tetapi juga ketidakpastian pasokan, di mana warga terkadang harus membawa jerigen berkeliling untuk mencari air yang masih tersedia.

Seiring masuknya jaringan perpipaan ke permukiman, perubahan mulai dirasakan warga meski belum merata. Kehadiran jaringan ini perlahan mengubah cara warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Bagi Pak Atang, perubahan tersebut juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Jika sebelumnya biaya air bisa mendekati Rp1 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk dua rumah. “Sekarang paling Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ujarnya.

Di sisi lain, ketergantungan pada jerigen dan truk tangki mulai berkurang. Warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh atau menunggu pasokan untuk mendapatkan air. Akses yang sebelumnya terbatas kini berangsur menjadi lebih dekat dan pasti.

Perubahan ini mulai terlihat di Kampung Cimahi, di mana sekitar 40 kepala keluarga telah terhubung dengan jaringan air bersih melalui program “Bosch Water Project” yang dijalankan Bosch Indonesia bersama Habitat for Humanity Indonesia. Infrastruktur tersebut menyalurkan air langsung ke rumah warga dengan kapasitas sekitar 21.600 liter per hari, memperluas akses layanan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau.

Arwin Soelaksono selaku Program Director Habitat for Humanity Indonesia turut menyampaikan pandangannya mengenai upaya ini, “Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga. Melalui kolaborasi dengan Bosch Indonesia, kami melihat bagaiman intervensi ini memberikan membantu warga Kampung Cimahi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” ujarnya.

Pilihan untuk memperkuat sistem perpipaan dinilai sebagai langkah paling rasional bagi wilayah Pasir Ranji. Dibandingkan dengan ketergantungan pada pengambilan air tanah yang tidak lagi memadai secara kualitas, jaringan perpipaan memberikan kepastian pasokan sekaligus kualitas air yang lebih stabil.

Upaya ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam memperluas cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada 2026, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor air bersih dan sanitasi. Dalam implementasinya, Bosch Indonesia juga melibatkan partisipasi karyawan melalui kegiatan volunteering sebagai bentuk keterlibatan langsung di tingkat komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.