Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan Krisis Energi, Australia Kucurkan Dana Tambahan 7,23 Miliar Dollar AS

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 22:08 WIB | Oleh:
Lawan Krisis Energi, Australia Kucurkan Dana Tambahan 7,23 Miliar Dollar AS Doc: AFP

MOSKOW - Pemerintah Australia mengalokasikan tambahan dana 7,23 miliar dolar AS (Rp125 triliun) untuk meningkatkan cadangan bahan bakar dan menciptakan persediaan darurat guna memperkuat keamanan negaranya di tengah konflik Timur Tengah.

Paket tambahan dana itu mencakup sekitar 5,5 miliar dollar AS (Rp95 triliun) dalam bentuk dukungan keuangan untuk perusahaan migas serta sekitar 2,7 miliar dollar AS (Rp46,8 triliun) untuk cadangan bahan bakar nasional bagi sekitar 1 miliar liter diesel dan bahan bakar jet, menurut siaran Australian Broadcasting Corporation (ABC), Rabu (6/5).

Pemerintah Australia juga sedang menjajaki kebutuhan dan kelayakan pembangunan kilang baru atau memperluas kilang yang sudah ada.

Berdasarkan rencana yang diusulkan Pemerintah Australia, cadangan bensin di negara itu dilaporkan akan meningkat menjadi untuk kebutuhan 37 hari dan cadangan diesel dan bahan bakar jet menjadi sekitar 50 hari.

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran hingga menyebabkan kerusakan dan menelan korban sipil. AS dan Iran pun mengumumkan gencatan senjata selama pada awal April dan melakukan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.

Presiden AS Donald Trump pun memperpanjang gencatan senjata untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu".

Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Akibatnya, harga bahan bakar menjadi naik.

Trump pun sempat mengumumkan Project Freedom pada Minggu malam (3/5) untuk membantu kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz melanjutkan perjalanan mereka.

Namun, hanya berselang dua hari kemudian, Selasa (5/5), Trump memutuskan untuk menghentikan sementara operasi tersebut untuk melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.