KAI Daop 6 Yogyakarta Percepat Penutupan Perlintasan Liar demi Keselamatan
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta terus memperkuat langkah pengamanan di jalur perkeretaapian dengan menutup puluhan perlintasan liar di berbagai wilayah operasional. Penutupan dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan kereta api maupun pengguna jalan.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan sejak 2023 hingga Mei 2026 terdapat 38 perlintasan liar yang telah ditutup sebagai bentuk dukungan terhadap program keselamatan transportasi pemerintah.
"Penutupan perlintasan liar dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri," kata Feni di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas pengamanan memadai dan berada di luar pengawasan resmi. Kondisi itu dinilai rawan memicu kecelakaan di lintasan kereta api.
Feni menjelaskan, penutupan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Pada 2023 terdapat enam titik yang ditutup, kemudian bertambah menjadi 14 titik pada 2024 dan 14 titik lagi sepanjang 2025. Sementara hingga Mei 2026, empat perlintasan tambahan telah ditutup.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sepanjang periode 2023–Mei 2026, Daop 6 telah mendukung pemerintah dengan terinci pada 2023 sebanyak enam perlintasan, 2024 sebanyak 14 perlintasan, 2025 sebanyak 14 perlintasan, dan sampai Mei 2026 sebanyak 4 perlintasan telah ditutup," ujarnya.
Sebaran perlintasan liar yang telah ditutup paling banyak berada di wilayah Wonogiri dengan total 17 titik. Selain itu, penutupan juga dilakukan di Solo, Wojo, Wates, Brambanan, Sumberlawang, Sragen, Yogyakarta, Klaten, dan Palur.
Saat ini Daop 6 Yogyakarta mencatat terdapat 292 perlintasan sebidang di wilayah operasionalnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 perlintasan dijaga KAI, 29 dijaga pemerintah daerah, 17 dijaga pihak eksternal, sedangkan 136 lainnya masih berupa perlintasan liar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi," kata Feni.
Selain melakukan penutupan, KAI Daop 6 juga menggencarkan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Triwulan I 2026, tercatat 217 kegiatan sosialisasi telah digelar, terdiri atas 212 kegiatan di perlintasan sebidang serta lima kegiatan di sekolah dan lingkungan masyarakat.
"Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api," katanya.
Sebagai langkah tambahan, perangkat pengeras suara berisi imbauan keselamatan juga dipasang di sembilan titik perlintasan wilayah Daop 6 Yogyakarta, yakni di JPL 736, 739, 3A, 352, 351, 320, 316, 350, dan 349.
"Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api," ujarnya.
KAI Daop 6 juga terus meningkatkan kapasitas petugas penjaga perlintasan melalui program pembinaan berkala yang hingga kini telah memasuki angkatan ketujuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!