Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Pariwisata hingga Energi Hijau, NTB Tawarkan Investasi Nontambang

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Pariwisata hingga Energi Hijau, NTB Tawarkan Investasi Nontambang Doc: ANTARA/ HO-Konservasi Indonesia
Ket. Wisatawan berenang bersama ikan hiu paus di kawasan perairan Teluk Saleh yang berada di wilayah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Diversifikasi investasi yang ditawarkan daerah menjadi strategi penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sektor unggulan tertentu.

Dengan memperluas peluang investasi ke sektor industri, pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, hingga energi terbarukan, daerah dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.

Langkah ini juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik investor, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong diversifikasi investasi dengan menawarkan sektor nontambang mulai dari perikanan, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan kepada calon investor.

"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma dalam keterangan di Mataram, NTB, Kamis (7/5).

Irnadi memaparkan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi dengan kualitas daging yang unggul dan kompetitif di Indonesia.

Sedangkan, sektor perikanan memiliki banyak komoditas unggul berupa udang vaname, tuna, cakalang, rumput laut hingga garam yang potensial untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.

"Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada 2025," ucap Irnadi.

Ia mengatakan sejumlah destinasi unggulan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lapangan usaha energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil.

Suplai batu bara dari Kalimantan yang tidak stabil berdampak terhadap operasional beberapa pembangkit listrik, seperti PLTU Jeranjang di Lombok Barat.

Pembangkit listrik termal tersebut harus menurunkan kapasitas akibat keterbatasan pasokan batu bara.

"Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Irnadi.

Pada 6 Mei 2026, DPMPTSP NTB melakukan pertemuan dengan investor asal Bulgaria sebagai langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.