Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi Nilai Konversi LPG ke CNG bisa Hemat Devisa Negara

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 19:38 WIB | Oleh:
Akademisi Nilai Konversi LPG ke CNG bisa Hemat Devisa Negara Doc: Dokumentasi PT PGN

JAKARTA - Penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Demikian disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty.

Ia menilai, CNG dapat mengurangi impor energi sekaligus menghemat devisa negara. Ia menjelaskan, berdasarkan sejumlah simulasi dan perhitungan, penggunaan CNG diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp150 triliun.

"Dengan adanya CNG ini, kita bisa menghemat devisa negara hingga Rp150 triliun. Apalagi saat ini kita membutuhkan dolar yang cukup besar, sementara nilai tukar rupiah juga sedang melemah," ujar dia, Kamis (7/5).

Menurut dia, penghematan tersebut berasal dari berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi berbasis dollar Amerika Serikat. Ia juga menyebut penggunaan CNG yang diklaim 30–40 persen lebih murah dibandingkan LPG 3 kilogram.

Penurunan biaya energi tersebut juga berpotensi menekan laju inflasi. Sebab, sektor makanan dan minuman memiliki kontribusi cukup besar terhadap pembentukan inflasi nasional.

"Kalau biaya energi lebih murah, tentu dapat menurunkan beban biaya masyarakat dan dunia usaha. Dampaknya bisa membantu menekan inflasi," kata dia.

Ia menambahkan, pemanfaatan CNG juga penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, Indonesia dinilai dapat memiliki sistem energi yang lebih mandiri dan stabil.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan distribusi compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG. Rencananya, CNG mulai dikonsumsi masyarakat Indonesia pada tahun ini.

Pada tahap awal, distribusi akan difokuskan ke kota-kota besar yang memiliki kebutuhan energi tinggi. Wilayah Pulau Jawa menjadi prioritas utama dalam pengembangan pasar tersebut.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mematangkan pola distribusi. Serta kesiapan infrastruktur di lapangan.

"Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat," ucap dia, Rabu (6/5).

Rencana implementasi penggunaan gas bumi yang dimampatkan ini dipastikan tidak langsung menyasar seluruh wilayah Indonesia secara serentak. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.