Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Penggelapan Dokumen Risalah Lelang, Bank Plat Merah Ini Dilaporkan ke Polisi

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 20:23 WIB | Oleh:
Dugaan Penggelapan Dokumen Risalah Lelang, Bank Plat Merah Ini Dilaporkan ke Polisi Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA — Dugaan penggelapan dokumen risalah lelang menyeret sebuah bank plat merah cabang Joglo, Jakarta ke ranah hukum. Kuasa hukum nasabah atas nama Fikri, Yuko Amran dari kantor hukum Yuko, Yudi & Partners, menyatakan telah melaporkan perkara ini dengan mengacu pada UU P2SK, terkait penguatan pengawasan sektor jasa keuangan.

Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk upaya hukum atas dugaan penahanan dokumen penting yang menjadi hak kliennya, terutama terkait proses lelang agunan.

“Laporan ini kami ajukan sebagai bentuk upaya hukum atas dugaan penahanan dokumen penting yang menjadi hak klien kami,” ujar Yuko Amran di Jakarta, Rabu (6/5).

Perkara ini bermula dari serangkaian peristiwa yang dinilai janggal dalam proses lelang agunan milik kliennya. Berdasarkan keterangan Fikri, pihak bank disebut tidak pernah memberikan salinan perjanjian kredit sejak tahun 2017. Selain itu, klien juga mengaku tidak pernah menerima surat peringatan maupun pemberitahuan resmi terkait rencana pelaksanaan lelang.

“Menurut Klien kami, beliau tidak pernah menerima salinan perjanjian kredit maupun pemberitahuan resmi terkait lelang. Ini menjadi dasar kuat kami untuk menempuh jalur hukum,” tegas Yuko Amran.

Kuasa hukum juga menyebut telah melayangkan tiga kali somasi kepada pihak bank, masing-masing pada bulan Desember 2025, Januari 2026, dan April 2026. Namun, hingga saat ini tidak ada respons dari pihak terkait.

Ironisnya, klien baru mengetahui adanya pelaksanaan lelang pada 11 November 2025 melalui informasi informal, bukan dari pemberitahuan resmi.

“Kami sudah melayangkan tiga kali somasi tanpa respons. Ini memperkuat dugaan adanya ketidaktransparanan dalam proses lelang,” lanjut Yuko Amran.

Lebih jauh, tim kuasa hukum mengungkap dugaan bahwa lima unit ruko milik klien telah dijual pada November 2025 dengan nilai di bawah harga pasar (undervalue). Akibatnya, kerugian yang dialami klien diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Hingga kini, dokumen risalah lelang—yang menurut regulasi merupakan hak debitur—juga disebut belum pernah diberikan oleh pihak bank.

“Jika benar terjadi penjualan di bawah harga pasar, ini sangat merugikan klien kami secara ekonomi dan memperkuat dugaan pelanggaran dalam proses lelang,” jelas Yuko.

Dari sisi hukum, kuasa hukum menilai terdapat potensi pelanggaran baik secara pidana maupun perdata. Selain itu, perkara ini juga dikaitkan dengan ketentuan dalam UU P2SK, khususnya Pasal 37 e dan Pasal 49 yang pada pokoknya mengatur bahwa setiap pelaksanaan operasional Perbankan wajib mendahulukan sikap kehati-hatian dan transparansi pengelolaan, sehingga tidak merugikan semua pihak.

“Ketentuan dalam UU P2SK menegaskan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas lembaga jasa keuangan. Dalam konteks ini, kami melihat adanya potensi pelanggaran terhadap prinsip tersebut,” ujar Yuko.

Menurutnya, jika dugaan tersebut terbukti, maka perkara ini tidak hanya berhenti pada pelanggaran administratif, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah pidana karena berdampak pada kerugian ekonomi klien secara signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.