BI Proyeksikan Ekonomi Bali Triwulan II Tumbuh Didongkrak Liburan Sekolah, Musim Panen, dan Investasi
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 14:47 WIB | Oleh: SriyonoDENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksi ekonomi di Pulau Dewata pada triwulan II-2026 tumbuh positif didongkrak musim liburan sekolah, musim panen hingga proyek investasi pemerintah.
“Kami mendukung inovasi dan kebijakan strategis daerah,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan periode Juni-Juli merupakan musim puncak liburan untuk wisatawan mancanegara khususnya dari India dan liburan anak sekolah yang berpotensi mendorong geliat sektor pariwisata.
Selain itu, meningkatnya kinerja pertanian seiring panen raya padi dan hortikultura, kuatnya konstruksi proyek terutama terkait pariwisata dan proyek strategis pemerintah juga berpotensi memacu ekonomi Bali.
Tak hanya itu, pada Juni 2026 juga berlangsung hari besar keagamaan di Bali yakni Hari Raya Galungan dan Kuningan yang mendorong belanja atau konsumsi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, perekonomian Bali pada triwulan I-2026 tumbuh kuat 5,58 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, di tengah gejolak geopolitik global.
“Ekonomi Bali mampu tumbuh positif yang menunjukkan tetap kuat dan berdaya tahan meskipun kondisi eksternal dipenuhi dengan ketidakpastian. Namun, gejolak geopolitik itu memberi pengaruh dengan melambatnya pertumbuhan perekonomian Bali triwulan sebelumnya sebesar 5,86 persen.
Sementara itu, berdasarkan data pergerakan wisatawan asing masuk Bali yang dikumpulkan Imigrasi Ngurah Rai selama periode Januari-April 2026 mencapai sekitar empat juta orang untuk data sementara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan menjelaskan realisasi itu melonjak sekitar 10 persen dibandingkan periode sama 2025.
Sedangkan dari sisi investasi pemerintah, BI Bali mencatat terdapat proyek infrastruktur prioritas daerah pada 2026 di Bali yaitu pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, sistem penyediaan air baku embung Tukad Unda, Jembatan Pulau Nusa Ceningan-Nusa Lembongan dan jalan bawah tanah (underpass) Jimbaran dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp788 miliar.
Ada juga proyek strategis pemerintah pusat yaitu di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem untuk pembangunan sekolah rakyat dengan estimasi nilai proyek mencapai Rp255,5 miliar, kemudian kampung nelayan Merah Putih di Seraya Timur, Kabupaten Karangasem.
Kemudian proyek konservasi pantai oleh investor dari Jepang yakni konservasi Pantai Kuta-Seminyak dan Legian yang ditargetkan rampung November 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp268 miliar dan konservasi Pantai Candi Dasa Karangasem dengan nilai mencapai Rp518 miliar yang ditargetkan rampung pada 2027.
Selain itu, ada juga proyek pengolahan sampah energi listrik (PSEL) dengan nilai investasi mencapai Rp2-2,5 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!