Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perlu Diversifikasi Pasokan Energi

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Perlu Diversifikasi Pasokan Energi Doc: istimewa
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah mencari sumber pasokan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor dari Timur Tengah.

Jakarta – Indonesia dinilai perlu mempercepat diversifikasi pasokan energi untuk menjaga ketahanan nasional di tengah gejolak geopolitik global dan fluktuasi harga minyak dunia. 

Pakar hubungan internasional sekaligus Research Fellow Rajaratnam School of International Studies, Iis Gindarsah, menilai penguatan ketahanan ekonomi perlu dilakukan melalui diversifikasi mekanisme pembayaran serta sumber pasokan energi dan pangan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Menurut dia, langkah tersebut penting guna mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan dan rantai pasok global yang rentan terganggu akibat konflik maupun sanksi ekonomi.

“Intinya, kita perlu banyak diversifikasi mekanisme pembayaran, diversifikasi sumber komoditas energi atau pangan,” kata Gindarsah, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.

Ia menambahkan, meski pemerintah telah mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri sebagai strategi jangka panjang, kebutuhan impor sejumlah komoditas masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui langkah cepat dan fleksibel.

Sementara itu, pemerintah menyatakan telah melakukan diversifikasi sumber energi guna menjaga ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah mencari sumber pasokan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor dari Timur Tengah.

“Dari total kebutuhan kita (BBM) yang dari Middle East, itu kurang lebih sekitar 20 persen,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan pemerintah bergerak cepat mencari sumber pasokan baru atas arahan Presiden guna mengantisipasi gangguan distribusi energi global.

“Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden, untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East. Dan Alhamdulillah, sudah dapat,” katanya.

Selain diversifikasi impor, pemerintah juga memperkuat produksi energi domestik melalui pengembangan kilang dan percepatan energi alternatif berbasis biodiesel.

Butuh Dukungan

Secara terpisah, Board of Experts Prasasti, yang juga pakar energi, Arcandra Tahar menilai diplomasi energi menjadi instrumen vital dalam menjaga ketahanan nasional, sebagaimana yang terjadi di tengah gejolak geopolitik di kawasan Teluk Arab.

"Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan antarpemerintah atau government-to-government diplomacy, Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi yang memungkinkan akses langsung terhadap aset energi strategis di berbagai negara," ujar Arcandra di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
    Preview komentar:
    Nomor Telepon Call Center (Easycash) 24 Jam ...
    Hubugi Nomor WhatsApp (Shopee Spinjam) layanan Customer Service ...
  • Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
  • Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...

Josh Brolin Konfirmasi Sicario 3 Segera Dibuat

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Josh Brolin Konfirmasi Sica...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.