Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Minta Pembangunan PLTSa segera Ditindaklanjuti Setelah Pemprov DKI Tandatangani MoU dengan Danantara

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:44 WIB | Oleh:
Pramono Minta Pembangunan PLTSa segera Ditindaklanjuti Setelah Pemprov DKI Tandatangani MoU dengan Danantara Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Timur, Senin (4/5).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup serta Asisten Pembangunan DKI Jakarta agar segera menindaklanjuti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Tahap berikutnya adalah kita menentukan kontraktor, dan kemudian kapan segera bisa dimulai. Saya sudah langsung memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan untuk segera ditindaklanjuti,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (5/5).

Pada Senin (4/5), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau PLTSa.

Pramono menjelaskan PLTSa tersebut dibangun di Bantar Gebang, Kamal Muara, dan Sunter, dengan kapasitas masing-masing 2.500 hingga 3.000 ton sampah.

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani memperkirakan nilai investasi pembangunan fasilitas PSEL di Jakarta dengan total kapasitas 8.000 ton per hari mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.

Dia menyebutkan kebutuhan investasi pengolahan berkisar Rp2 triliun setiap 1.000 ton sampah per hari.

"Kalau saya bicara 8.000 (ton per hari), investasinya kurang lebih 1 billion USD (1 miliar dolar AS)," kata Rosan.

Dia menambahkan proyek PSEL di Jakarta diharapkan mulai beroperasi pada awal 2028.

Menurut dia, kapasitas fasilitas yang dibangun itu dapat berpotensi melebihi 8.000 ton per hari untuk mengolah timbunan sampah lama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Teknologi yang digunakan, jelas Rosan, memungkinkan pengolahan sampah tanpa pemilahan awal.

Seluruh sampah, termasuk sampah lama, dapat langsung diolah tanpa proses pemisahan.

"Kalau dari teknologi yang kita sudah terapkan, ini tidak perlu dipisahkan. Jadi, bisa langsung, begitu, karena kita juga melihat environment-nya, kemudian masalah bau, masalah lahan, kita juga sangat memperhatikan itu semua," ungkap Rosan. Ant 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.