Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Sebut Proposal Damai Iran Sulit Diterima Washington, Harga Minyak Dunia Kian Liar

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 18:12 WIB | Oleh:
Trump Sebut Proposal Damai Iran Sulit Diterima Washington, Harga Minyak Dunia Kian Liar Doc: AFP
Ket. Donald Trump mengatakan akan meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran, namun tetap meragukan peluang tercapainya kesepakatan damai. Trump bahkan masih membuka kemungkinan aksi militer baru terhadap Teheran di tengah situasi kawasan yang terus memanas.

JAKARTA - Donald Trump mengatakan akan meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran, namun tetap meragukan peluang tercapainya kesepakatan damai. Trump bahkan masih membuka kemungkinan aksi militer baru terhadap Teheran di tengah situasi kawasan yang terus memanas.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu melalui platform Truth Social miliknya. Ia menilai proposal terbaru Iran belum cukup memenuhi tuntutan Washington.

"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan proposal itu bisa diterima," kata Trump.

Trump menuding Iran belum membayar harga yang cukup atas tindakan mereka selama puluhan tahun terakhir. Ia juga menegaskan opsi militer tetap berada di atas meja.

Saat berbicara kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump menolak menjelaskan secara rinci kondisi yang dapat memicu serangan baru terhadap Iran. Namun ia menyebut kemungkinan itu tetap terbuka.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, maka tentu saja hal itu bisa terjadi," ujarnya.

Negosiasi antara Washington dan Teheran sendiri dilaporkan mengalami kebuntuan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April. Upaya pembicaraan damai yang dimediasi Pakistan juga disebut gagal mencapai kesepakatan.

Media Iran, termasuk Tasnim News Agency dan Fars News Agency, melaporkan Teheran telah menyerahkan proposal perdamaian 14 poin kepada Islamabad.

Proposal itu disebut mencakup penghentian konflik di seluruh wilayah serta pembentukan kerangka baru pengelolaan Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi titik vital distribusi minyak dan gas dunia.

Pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, bahkan memperingatkan konflik baru dengan Amerika Serikat sangat mungkin terjadi.

Ia menuduh Washington tidak pernah berkomitmen terhadap perjanjian yang telah dibuat. Pernyataan itu mempertegas ketegangan yang belum mereda.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan keputusan kini berada di tangan Amerika Serikat.

"Bola berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif," katanya.

Di sisi lain, laporan Axios menyebut utusan Trump, Steve Witkoff, meminta agar program nuklir Iran kembali menjadi fokus utama negosiasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.