Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asosiasi Produser Film Bersatu Bentuk Forum Produser Film Indonesia

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 18:48 WIB | Oleh:
Asosiasi Produser Film Bersatu Bentuk Forum Produser Film Indonesia Doc: Dok Goodwork

JAKARTA - Industri perfilman Indonesia memasuki fase baru setelah tiga asosiasi produser sepakat bersatu. Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) resmi membentuk Forum Produser Film Indonesia.

Langkah ini menjadi upaya kolektif untuk mendorong masa depan industri film nasional yang lebih inovatif dan inklusif. Forum tersebut akan menjadi wadah berkelanjutan dalam membahas berbagai isu strategis dan tantangan industri ke depan.

Dalam pertemuan perdana, forum melahirkan dokumen penting bertajuk Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen ini menjadi pernyataan sikap sekaligus komitmen bersama dalam menentukan arah pengembangan ekosistem perfilman nasional.

Melalui manifes tersebut, produser ditegaskan sebagai lokomotif utama industri film. Mereka juga diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan sektor perfilman.

Forum menekankan pentingnya tata kelola industri yang sehat, transparan, dan akuntabel. Hal ini dilakukan melalui penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir serta penerapan sistem pembiayaan yang adil.

Kolaborasi antar asosiasi disebut menjadi kunci untuk memperkuat advokasi kebijakan terpadu. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menghilangkan ego sektoral yang selama ini menghambat perkembangan industri.

Selain itu, forum mendesak pemerintah untuk mengakui film sebagai sektor strategis nasional. Hal ini dinilai penting mengingat kontribusi besar industri film terhadap ekonomi kreatif dan diplomasi budaya.

Para produser juga mendorong adanya dukungan nyata dari negara melalui insentif serta perlindungan distribusi. Langkah ini dianggap penting agar pertumbuhan industri tetap terjaga secara sehat.

Untuk mendukung perencanaan yang modern, forum berkomitmen membangun basis data industri yang akurat. Data tersebut mencakup produksi film hingga jumlah penonton sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Forum juga menegaskan komitmen terhadap profesionalisme, meritokrasi, dan etika kerja. Termasuk di dalamnya perlindungan terhadap pekerja film dari berbagai bentuk eksploitasi.

Secara tegas, mereka menolak praktik monopoli dan model bisnis yang tidak seimbang. Kreativitas akan terus dikembangkan dengan menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan utama di pasar global.

Selain itu, forum mendorong penguatan lembaga perfilman nasional agar memiliki peran eksekusi yang lebih jelas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan industri secara menyeluruh.

Pembentukan forum ini menjadi sinyal penting bagi pembenahan tata kelola industri film Indonesia. Pendekatan berbasis data dan kolaborasi produser diharapkan mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Ke depan, Forum Produser Film Indonesia akan menjadi ruang dialog berkelanjutan. Tujuannya untuk menyusun program bersama serta menciptakan ekosistem perfilman yang sehat, inklusif, dan kompetitif. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
# 7
# 7
Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.