Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ungkap Lonjakan Penyakit akibat Imunisasi Menurun

📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 20:45 WIB | Oleh:
Kemenkes Ungkap Lonjakan Penyakit akibat Imunisasi Menurun Doc: YouTube Kemenkes
Ket. PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni

DEPOK - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut cakupan imunisasi nasional menurun pascapandemi karena fokus pemerintah tertuju pada penanganan Covid-19 sebelumnya secara penuh. Karena itu, penguatan imunisasi rutin harus dipercepat untuk mencegah lonjakan penyakit menular berbahaya nasional.

“Kalau kita lihat data setelah selesainya pandemi Covid-19, cakupan imunisasi kita relatif menurun. Kalau kondisi ini dibiarkan, kami sangat khawatir muncul penyakit-penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi,” kata PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, saat memberikan sambutan dalam Puncak Imunisasi Sedunia di Depok, Jawa Barat, Sabtu (2/5).

Lebih lanjut, Andi menyebut lonjakan kasus campak menjadi alarm serius akibat rendahnya cakupan imunisasi beberapa tahun terakhir. Ia memperingatkan difteri dan pertusis berpotensi kembali meningkat dengan risiko kematian tinggi jika cakupan imunisasi rendah.

“Kalau kita tidak melakukan upaya bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi, ini sangat mengkhawatirkan. Hati-hati jika terjadi difteri dan pertusis, karena dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan masyarakat,” ujar dia.

Andi menegaskan pemerintah terus mempercepat imunisasi campak sekaligus memperkuat kembali program imunisasi rutin nasional. Pemerintah juga memastikan ketersediaan vaksin dan alat suntik terpenuhi merata di seluruh daerah Indonesia.

“Jangan sampai dengan alasan keterbatasan anggaran, vaksin maupun alat suntiknya tidak tersedia. Imunisasi rutin harus tetap menjadi prioritas untuk melindungi generasi bangsa,” kata Andi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Mudah Ini, Bisa Temukan 2.000 Lowongan secara Online

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mudah Ini, Bisa Temukan 2.0...

Lagi-lagi Pada Hari Kamis Pagi Udara Jakarta Sangat Buruk

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lagi-lagi Pada Hari Kamis P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.