Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Waspada Penipuan Catut Nama Badan Gizi Nasional, Pengelola SPPG Diminta Verifikasi Informasi

31 Jumat, 01 Mei 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Penipuan Catut Nama Badan Gizi Nasional, Pengelola SPPG Diminta Verifikasi Informasi Waspada Penipuan Catut Nama Badan Gizi Nasional, Pengelola SPPG Diminta Verifikasi Informasi Doc: Antara
Ket. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito.

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencatut nama pejabat lembaga tersebut guna menghindari berbagai praktik penipuan yang merugikan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito mengungkapkan bahwa namanya kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyasar pengelola unit layanan gizi di berbagai daerah.

"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (1/5).

Harjito menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku biasanya berkaitan dengan komunikasi resmi palsu, terutama mengenai pembukaan penangguhan (suspend) layanan serta agenda inspeksi mendadak (sidak).

Berbeda dengan praktik penipuan konvensional, para pelaku sering kali tidak meminta imbalan uang secara langsung, melainkan menggunakan identitas lembaga untuk tujuan tertentu yang menyesatkan.

Para pelaku memanfaatkan surat elektronik (surel) dengan kop atau identitas yang menyerupai atribut resmi BGN, meski pesan tersebut dikirim bukan melalui kanal komunikasi sah milik instansi.

Menurut dia, hal ini kerap membuat penerima pesan percaya bahwa informasi tersebut berasal dari otoritas yang sah sehingga langsung menindaklanjuti instruksi palsu yang diberikan oleh oknum tersebut.

Harjito menegaskan bahwa seluruh bentuk komunikasi resmi dari BGN hanya dilakukan melalui saluran serta domain internet yang telah ditetapkan secara resmi oleh lembaga.

"Jika menerima email atau surat yang mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti. Lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi," ujarnya menegaskan.

Pihak BGN meminta setiap pengelola yang menemukan dugaan penipuan segera melaporkannya kepada pihak berwenang maupun melalui kanal pengaduan resmi guna menjaga integritas program nasional.

Ke depan, BGN akan terus memperkuat sistem sosialisasi agar masyarakat semakin mudah membedakan informasi resmi dan meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Bekasi Dukung Kar...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...

Program sangu sampah siswa di Trenggalek

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Program sangu sampah siswa ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.