Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Penipuan Catut Nama Badan Gizi Nasional, Pengelola SPPG Diminta Verifikasi Informasi

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Penipuan Catut Nama Badan Gizi Nasional, Pengelola SPPG Diminta Verifikasi Informasi Doc: Antara
Ket. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito.

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencatut nama pejabat lembaga tersebut guna menghindari berbagai praktik penipuan yang merugikan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito mengungkapkan bahwa namanya kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyasar pengelola unit layanan gizi di berbagai daerah.

"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (1/5).

Harjito menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku biasanya berkaitan dengan komunikasi resmi palsu, terutama mengenai pembukaan penangguhan (suspend) layanan serta agenda inspeksi mendadak (sidak).

Berbeda dengan praktik penipuan konvensional, para pelaku sering kali tidak meminta imbalan uang secara langsung, melainkan menggunakan identitas lembaga untuk tujuan tertentu yang menyesatkan.

Para pelaku memanfaatkan surat elektronik (surel) dengan kop atau identitas yang menyerupai atribut resmi BGN, meski pesan tersebut dikirim bukan melalui kanal komunikasi sah milik instansi.

Menurut dia, hal ini kerap membuat penerima pesan percaya bahwa informasi tersebut berasal dari otoritas yang sah sehingga langsung menindaklanjuti instruksi palsu yang diberikan oleh oknum tersebut.

Harjito menegaskan bahwa seluruh bentuk komunikasi resmi dari BGN hanya dilakukan melalui saluran serta domain internet yang telah ditetapkan secara resmi oleh lembaga.

"Jika menerima email atau surat yang mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti. Lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi," ujarnya menegaskan.

Pihak BGN meminta setiap pengelola yang menemukan dugaan penipuan segera melaporkannya kepada pihak berwenang maupun melalui kanal pengaduan resmi guna menjaga integritas program nasional.

Ke depan, BGN akan terus memperkuat sistem sosialisasi agar masyarakat semakin mudah membedakan informasi resmi dan meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.