Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sensus Ekonomi 2026: Badan Pusat Statistik Banten Sasar Bisnis Online hingga Rumah Tangga

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Sensus Ekonomi 2026: Badan Pusat Statistik Banten Sasar Bisnis Online hingga Rumah Tangga Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, di Serang, Banten, Kamis (30/4/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 bakal menyasar secara menyeluruh aktivitas bisnis online dan ekonomi digital yang dijalankan dari tingkat rumah tangga.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, di Serang, Kamis, mengatakan langkah strategis ini diambil untuk memotret secara utuh pergeseran pola ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan tidak ada aktivitas perputaran ekonomi mikro yang terlewat dari pendataan. 

"Sensus ini akan dilaksanakan secara door to door mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Melalui tema "Kolaborasi Banten", pihaknya mengupayakan pendataan yang menjangkau seluruh lapisan, termasuk sektor digital yang kian masif.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, kami optimistis sensus ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data statistik yang berkualitas serta mutakhir,” ujar Yusniar.

Pentingnya pendataan sektor digital ini juga ditekankan oleh Wakil Kepala BPS RI, Donny Hari Budiutomo Harmadi. Ia menyebutkan, BPS menerjunkan sekitar 251 ribu petugas sensus di seluruh Indonesia selama tiga bulan penuh.

“Petugas akan mendata perusahaan sekaligus aktivitas usaha di rumah tangga, termasuk yang berbasis digital. Informasi yang disampaikan kepada BPS dijamin aman dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegas Donny.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mendukung penuh metode pendataan langsung ke rumah warga. Menurutnya, pendekatan ini adalah cara terbaik untuk menangkap kondisi riil perekonomian rakyat, mulai dari korporasi besar hingga bisnis online rumahan.

“Kita ingin data yang riil, bukan data yang dipoles. Dari data yang akurat itulah kita bisa menentukan kebijakan pembangunan Banten yang tepat sasaran ke depan,” kata Dimyati.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 adalah kerja bersama. Pihaknya juga mengimbau seluruh elemen, mulai dari pelaku usaha online, masyarakat umum, hingga akademisi untuk berkolaborasi dan memberikan data yang jujur kepada petugas sensus di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.