Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Peringatkan Dampak Global Buruk jika Selat Hormuz Tetap Ditutup

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 19:05 WIB | Oleh:
Sekjen PBB Peringatkan Dampak Global Buruk jika Selat Hormuz Tetap Ditutup Doc: X - Antonio Guterres
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

JENEWA — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan dampak serius penutupan Selat Hormuz berkepanjangan terhadap ekonomi global dan stabilitas dunia. Dalam konferensi pers, ia memaparkan tiga skenario yang menggambarkan potensi konsekuensi dari gangguan jalur vital tersebut.

Dalam skenario terburuk, jika Selat Hormuz tetap ditutup hingga akhir tahun, inflasi global diperkirakan melonjak melampaui 6 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi anjlok ke level 2 persen, dilansir dari Xinhua, Jumat (1/5).

Guterres menegaskan bahwa dampak sosial akan sangat besar, terutama bagi kelompok paling rentan. Ia juga memperingatkan peningkatan risiko resesi global yang dapat mengganggu stabilitas politik dan sosial.

Ia menjelaskan bahwa dampak dari krisis ini bersifat eksponensial. Semakin lama penutupan berlangsung, semakin besar kerugian yang ditimbulkan dan semakin sulit proses pemulihan.

Bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, di mana pembatasan segera dicabut, pemulihan rantai pasok global diperkirakan memerlukan waktu berbulan-bulan. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global diprediksi tetap turun menjadi 3,1 persen, sementara inflasi meningkat menjadi 4,4 persen.

Selain itu, perdagangan global juga akan melemah dengan gangguan signifikan pada rantai pasok. Pada skenario kedua, jika gangguan berlangsung hingga pertengahan tahun, pertumbuhan ekonomi global dapat turun ke 2,5 persen.

Inflasi juga diperkirakan naik menjadi 5,4 persen. Guterres juga memperingatkan bahwa sekitar 32 juta orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan, sementara 45 juta lainnya menghadapi kelaparan ekstrem.

Seiring krisis Timur Tengah memasuki bulan ketiga, dampaknya terus memburuk dari waktu ke waktu meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh. Oleh karena itu, Guterres mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz serta pemulihan hak navigasi internasional.

Ia juga menekankan pentingnya menjamin keamanan, stabilitas, dan kepastian dalam aktivitas pelayaran. Selain itu, Guterres menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta solusi damai guna mencegah krisis semakin dalam. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.