Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Barat Daya Tanam 36.000 Mangrove di Sorong untuk Mitigasi Perubahan Iklim

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Papua Barat Daya Tanam 36.000 Mangrove di Sorong untuk Mitigasi Perubahan Iklim Doc: Antara
Ket. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan penanaman bibit mangrove di Kabupaten Sorong, Jumat (1/5

Aimas - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menanam sebanyak 36.000 bibit mangrove di lahan seluas 20 hektare di Kampung Maibo, Kabupaten Sorong sebagai aksi nyata mitigasi perubahan iklim.

Gubernur PBD Elisa Kambu di Aimas, Jumat (1/5), mengatakan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang memiliki peran penting sebagai penyerap karbon.

"Seluruh bibit mangrove yang disiapkan berjumlah 36.000 batang dan ditargetkan proses penanaman dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan," katanya.
Dia menilai langkah ini penting mengingat kondisi lingkungan global yang semakin mengkhawatirkan akibat perubahan iklim, sehingga upaya rehabilitasi mangrove sangat strategis untuk menjaga stok karbon sekaligus melindungi wilayah pesisir dari ancaman bencana, seperti abrasi dan tsunami.

"Kita komitmen untuk berkontribusi pada target nasional penurunan emisi sebesar 3,7 hingga 4 persen, yang diturunkan ke tingkat provinsi melalui berbagai program lingkungan, termasuk rehabilitasi hutan dan pesisir," ujarnya.

Menurut dia, kondisi mangrove di wilayah Papua secara umum masih sangat baik, dengan sekitar 99 persen dalam kondisi rapat dan terjaga. Sementara satu persen sisanya menjadi fokus rehabilitasi melalui kegiatan penanaman seperti yang dilakukan di Kampung Maibo.

Pemprov PBD juga melakukan penanaman pohon daratan di sejumlah wilayah. Tercatat sekitar 85 hektare lahan di Kabupaten Maybrat telah direhabilitasi dengan dukungan anggaran mencapai Rp3,8 miliar. "Tahun ini program tersebut dilanjutkan dengan tahap pemeliharaan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga membagikan bibit tanaman produktif, seperti mangga dan rambutan kepada kelompok masyarakat, gereja, dan sekolah untuk menggerakkan partisipasi sosial pada aksi penanaman pohon.

"Sekitar 16.000 bibit telah ditanam sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan ketahanan pangan," ucapnya.

Mantan Bupati Asmat dua periode itu menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, penanaman mangrove dan pohon lainnya merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memulihkan lingkungan yang terdampak aktivitas manusia, seperti penebangan hutan dan eksploitasi sumber daya alam.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kawasan pesisir yang rawan bencana. Vegetasi mangrove dinilai mampu menjadi benteng alami dalam mengurangi dampak bencana, termasuk tsunami.

“Yang membanggakan adalah keterlibatan masyarakat yang begitu besar. Ini menunjukkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sudah tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.