Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Titik Balik Amazon: Penurunan Laju Kerusakan Hutan Memberi Napas Baru bagi Bumi

24 Rabu, 29 Apr 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Titik Balik Amazon: Penurunan Laju Kerusakan Hutan Memberi Napas Baru bagi Bumi Titik Balik Amazon: Penurunan Laju Kerusakan Hutan Memberi Napas Baru bagi Bumi Doc: AFP/Getty Images

RIO DE JANEIRO - Deforestasi di wilayah Amazon Brasil turun 17 persen pada kuartal pertama (Q1) 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh Amazon Institute of People and the Environment.

Dari Januari hingga Maret, luas area yang mengalami deforestasi menurun dari 419 menjadi 348 kilometer persegi, atau setara dengan sekitar 7.000 lapangan sepak bola.

Penurunan tersebut bahkan jauh lebih signifikan jika merujuk pada "kalender deforestasi" wilayah tersebut, yang berlangsung dari Agustus hingga Juli tahun depannya untuk menyesuaikan dengan pola curah hujan musiman. Selama periode Agustus 2025 hingga Maret 2026, angka deforestasi merosot sebesar 36 persen, dari 2.296 menjadi 1.460 kilometer persegi, level terendah untuk periode tersebut sejak 2017.

Terlepas dari penurunan secara keseluruhan, angka deforestasi pada Maret tercatat mengalami kenaikan sebesar 17 persen (yoy), dengan luas deforestasi meningkat dari 167 menjadi 196 kilometer persegi. Para peneliti menilai lonjakan ini sebagai tanda peringatan, dan mendesak agar penegakan hukum terhadap penebangan liar diperkuat, pemantauan diperketat, sanksi diperberat, serta perluasan inisiatif bioekonomi guna mendukung pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

Laporan tersebut menekankan bahwa deforestasi mempercepat perubahan iklim dengan meningkatkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi keanekaragaman hayati, sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan Amazon bagi dunia.

Degradasi hutan, yakni kerusakan sebagian akibat kebakaran atau penebangan, juga menunjukkan perbaikan. Pada Maret 2026, luas area yang mengalami degradasi tercatat 11 kilometer persegi, turun 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan level terendah untuk bulan Maret sejak 2014.

Para ahli memperingatkan bahwa degradasi tetap melemahkan ekosistem dan meningkatkan risiko di masa depan. Meskipun data terbaru menunjukkan adanya kemajuan, kewaspadaan yang berkelanjutan dan kebijakan lingkungan yang lebih tegas tetap menjadi hal yang penting untuk melindungi hutan hujan tropis terbesar di dunia itu. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.