Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Terkordinasi Militan di Mali Mengungkap Kelemahan Russia di Afrika

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Pada November 2023, pasukan Mali yang didukung Wagner merebut kembali Kidal, benteng Tuareg yang telah berada di tangan pemberontak selama lebih dari satu dekade. Namun, nasib Wagner berubah setelah serangan Prigozhin yang gagal ke Moskow dan kematiannya yang misterius dalam kecelakaan pesawat dua bulan kemudian, ketika Kremlin mulai berupaya untuk menundukkan kerajaan tentara bayarannya.

Wagner dibubarkan, dan para pejuangnya di Mali diserap ke dalam Korps Afrika, sebuah struktur baru di bawah komando langsung kementerian pertahanan Rusia. Pasukan Rusia yang telah direstrukturisasi ini kesulitan untuk menyamai efektivitas militer dan jangkauan politik Wagner, menurut para analis dan mantan anggotanya, dengan pasukan yang paling cakap bertempur di Ukraina atau tewas di sana.

Korps Afrika pertama kali menghadapi masalah serius pada musim panas 2024, ketika hingga 50 tentara Rusia disergap dan dibunuh oleh pemberontak di Mali – yang dianggap sebagai insiden tunggal paling mematikan bagi Rusia di benua itu.

Sekelompok pria bersenjata berkumpul di sebuah bangunan yang berwarna hijau, merah, dan kuning, warna bendera Mali.

Lihat gambar dalam layar penuh

Kelompok pemberontak menggunakan landmark lokal untuk menunjukkan kendali mereka atas Kidal pada hari Minggu. Foto: Abdollah Ag Mohamed/AFP/Getty Images

“Korps Afrika sama sekali tidak sebaik pendahulunya dalam menjalankan tugasnya,” kata Marat Gabidullin, mantan komandan Wagner yang masih berhubungan dengan anggota formasi baru tersebut. “Semangat kerja rendah, komandan seringkali tidak memenuhi syarat, dan para prajurit kurang terlatih.”

Hilangnya Kidal kini menandai kemunduran tajam bagi Rusia di Mali. Ibrahim mengatakan: “Kehilangan Kidal setelah sebelumnya merebutnya kembali merupakan kemunduran simbolis besar bagi Rusia.”

Namun, ia menambahkan, tanpa dukungan Rusia, kerugian junta kemungkinan akan jauh lebih besar. “Akan jauh lebih dahsyat bagi rezim militer jika Rusia tidak ditempatkan di kota-kota besar,” katanya.

Moskow sejauh ini bersikap hati-hati. Kementerian luar negeri mengeluarkan pernyataan singkat yang mengutuk serangan tersebut tetapi tidak memberikan detail yang cukup mengenai peran Rusia dalam pertempuran. Namun, media pemerintah dan saluran Telegram pro-Kremlin dengan cepat menekankan keterlibatan Moskow, dan memuji pasukan Rusia karena membantu menahan pemberontak.

Surat kabar Rusia Kommersant menulis: “Sebagian besar serangan berhasil dipukul mundur, sebagian besar berkat para pejuang Korps Afrika angkatan bersenjata Rusia yang ditempatkan di Mali.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.