Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejumlah Prodi Akan Ditutup, Komisi X DPR RI: Perguruan Tinggi Jangan hanya Jadi Pabrik Tenaga Kerja

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Sejumlah Prodi Akan Ditutup, Komisi X DPR RI: Perguruan Tinggi Jangan hanya Jadi Pabrik Tenaga Kerja Doc: antara foto
Ket. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian

JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengamini bahwa pendidikan tinggi harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi perguruan tinggi tidak boleh direduksi menjadi hanya pabrik tenaga kerja.

“Kita sepakat pendidikan tinggi memang harus relevan dengan kebutuhan industri, tetapi perguruan tinggi tidak boleh hanya diposisikan sebagai pabrik tenaga kerja,” kata Hetifah dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (29/4).

Legislator bidang pendidikan itu menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis yang lebih luas, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian kebudayaan, dan pembentukan daya kritis bangsa.

“Fungsi kampus itu jauh lebih luas, membangun ilmu pengetahuan, menjaga kebudayaan, membentuk daya kritisi bangsa,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hetifah merespons rencana pemerintah mengevaluasi hingga menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak selaras dengan kebutuhan industri.

Terkait rencana kebijakan itu, Hetifah menekankan pentingnya dasar akademik yang kuat dan komprehensif. Ia mengingatkan agar keputusan tidak diambil berdasarkan tren jangka pendek semata.

Dia juga menolak penutupan massal prodi. Pendekatan yang lebih tepat, menurut dia, adalah transformasi prodi lewat revitalisasi kurikulum, penguatan pendekatan interdisipliner, serta penyesuaian dengan potensi daerah.

Ia pun mengingatkan bahwa fokus berlebihan pada efisiensi prodi dapat berdampak pada menyempitnya ruang keilmuan di perguruan tinggi.

Hetifah lebih lanjut menekankan perlu transparansi dalam proses evaluasi, pelibatan seluruh pemangku kepentingan, serta masa transisi yang adil bagi mahasiswa dan dosen agar tidak menjadi pihak yang dirugikan.

“Mahasiswa dan dosen harus dilindungi karena kita tidak sedang mengelola angka, tetapi menentukan masa depan pendidikan dan peradaban bangsa,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengajak perguruan tinggi memilah bahkan menutup prodi yang kurang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja ke depan.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/4), mengatakan langkah ini dilakukan untuk menekan ketidakcocokan antara lulusan perguruan tinggi dan industri.

“Bapak rektor yang ada di sini semuanya, ada kerelaan, nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” kata Badri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.