Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengajak Masyarakat Kaltim Proaktif untuk Menyukseskan Imunisasi Campak

📅 Senin, 16 Mar 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengajak Masyarakat Kaltim Proaktif untuk Menyukseskan Imunisasi Campak Doc: Antara

Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat lebih proaktif menyukseskan program imunisasi campak karena cakupan vaksinasi tersebut di wilayah setempat belum optimal untuk mencapai ambang batas kekebalan kelompok.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim Fit Nawati di Samarinda, Senin, mengungkapkan saat ini capaian imunisasi campak di daerah dengan sebutan "Bumi Etalase Ibu Kota Nusantara" ini menyentuh angka 65 persen.

Angka ini, katanya, masih terpaut jauh dari target nasional yang menetapkan minimal 95 persen cakupan merata di seluruh wilayah.

“Cakupan kita masih cukup jauh. Artinya, ada sekitar 30 persen anak di Kaltim yang belum terjangkau imunisasi dan berisiko tinggi terpapar virus,” ujarnya dalam sosialisasi "Waspada Campak pada Anak" di Samarinda.

Ia menjelaskan campak bukan sekadar demam biasa. Virus ini menular dan dapat memicu komplikasi serius pada anak-anak.

Gejala klinis yang perlu diwaspadai orang tua, antara lain, demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah (konjungtivitis), dan munculnya ruam atau bercak merah pada kulit.

“Kelompok paling rentan adalah bayi dan balita yang belum imunisasi. Namun, orang dewasa dengan kondisi gizi buruk juga bisa menjadi perantara penularan,” katanya.

Guna memberikan perlindungan permanen dan memutus rantai penyebaran virus, pemerintah telah memperbarui skema pemberian vaksin. Jika dahulu hanya satu kali, kini anak wajib mendapatkan tiga dosis imunisas, usia 9 bulan, usia 18 bulan, dan kelas 1 sekolah dasar (SD).

Data Dinkes Kaltim menunjukkan ketimpangan pada tiap tahapan. Untuk dosis bayi 9 bulan, capaian baru berada di angka 62 persen dan usia 18 bulan di angka 60 persen.

Akan tetapi, cakupan imunisasi pada anak kelas 1 SD sudah 92 persen.

“Kerja sama dengan pihak sekolah sangat efektif karena edukasi bisa langsung menyentuh orang tua dan guru. Kami berharap pola kesadaran yang sama juga tumbuh pada orang tua yang memiliki bayi dan balita di rumah,” kata Fit.

Masyarakat juga diimbau memperkuat daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai benteng tambahan melawan penyakit menular.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.