Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PAM JAYA Teken NDA dengan Bin Zayed di Malaysia, Kolaborasi Global demi Air Bersih di Jakarta

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 08:35 WIB | Oleh:
PAM JAYA Teken NDA dengan Bin Zayed di Malaysia, Kolaborasi Global demi Air Bersih di Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga. Salah satunya dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan global yang memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor strategis.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga. Salah satunya dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan global yang memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor strategis.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan layanan air minum di Jakarta, mulai dari perluasan cakupan distribusi hingga peningkatan kualitas infrastruktur pendukung. Perusahaan tersebut diketahui bergerak di bidang properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur berskala besar.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan layanan air bersih di ibu kota. Menurutnya, target layanan air minum 100 persen membutuhkan dukungan mitra yang memiliki kapasitas besar dan pengalaman internasional.

"Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Karena itu, kami perlu bermitra dengan pihak yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," ujar Arief di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

Dalam kesempatan tersebut, PAM JAYA dan Bin Zayed International juga menandatangani non-disclosure agreement (NDA). Penandatanganan itu menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, hingga pembahasan lebih rinci mengenai potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bin Zayed International ke Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, pihak perusahaan bertemu langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas peluang kolaborasi strategis di sektor infrastruktur dasar dan layanan perkotaan.

Selain memperluas cakupan layanan, PAM JAYA juga menghadapi tantangan besar dalam menekan tingkat non-revenue water (NRW) atau kehilangan air akibat kebocoran jaringan. Kondisi ini dinilai semakin kompleks karena karakter Jakarta sebagai kota padat dengan jaringan utilitas bawah tanah yang sangat dinamis.

"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, penting untuk membuka peluang dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta," jelasnya.

Tak hanya pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga disebut tertarik terhadap proyek infrastruktur strategis lain di Jakarta. Salah satunya adalah potensi keterlibatan dalam pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi bagian penting dalam transformasi Jakarta sebagai kota global yang tangguh dan berkelanjutan.

Menurut Arief, proyek-proyek besar seperti ini membutuhkan tata kelola yang profesional dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap langkah kerja sama harus melalui kajian yang matang dan tetap menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama.

"Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," pungkas Arief.

Sebelumnya, PAM JAYA juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain seperti Turki dan Swiss. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka peluang pertukaran pengetahuan, investasi, hingga pemanfaatan teknologi terbaru guna meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.