Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Sabtu Tanpa MBG, Wamenkeu Spill Besaran Efisiensi Anggaran yang Didapat

📅 Senin, 27 Apr 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Sabtu Tanpa MBG, Wamenkeu Spill Besaran Efisiensi Anggaran yang Didapat Doc: ANTARA/ Luthfia Miranda Putri
Ket. Ilustrasi - Sejumlah siswa menyantap makan bergizi gratis (MBG) di SDN Cipulir 01 Pagi, Jakarta Selatan.

JAKARTA – Penghapusan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu mencerminkan upaya penyesuaian operasional untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan pengendalian anggaran.

Kebijakan ini kemungkinan didasarkan pada evaluasi pola kebutuhan penerima manfaat yang cenderung lebih tinggi pada hari kerja, sehingga alokasi sumber daya difokuskan pada periode dengan dampak paling optimal.

Di sisi lain, keputusan tersebut tetap menyisakan tantangan, terutama terkait potensi berkurangnya asupan gizi bagi kelompok rentan di akhir pekan.

Jika tidak diimbangi dengan mekanisme alternatif—seperti penguatan peran keluarga atau intervensi komunitas—kesenjangan konsumsi dapat muncul.

Dengan demikian, efektivitas kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan manfaat gizi bagi penerima.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan penghapusan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu dapat menghemat anggaran sekitar Rp1 triliun dalam satu hari.

Juda menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari penajaman atau refocusing belanja pemerintah agar pelaksanaan program prioritas tetap berjalan lebih efisien dan berkualitas.

“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang itu dihilangkan. Satu hari itu bisa ngirit satu triliun,” kata Juda dalam sesi Policy Dialogue pada acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Jakarta, Senin (27/4).

Ia menjelaskan kebijakan tersebut dinilai lebih logis karena peserta didik tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk menerima makanan.

Menurut dia, penghematan tersebut dapat mencapai sekitar Rp4 triliun dalam sebulan jika dihitung selama empat pekan.

“Empat kali dalam sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp4 triliun. Setahun tentu saja sekitar Rp50 triliun kita bisa menghemat,” ujarnya.

Selain pada hari Sabtu, pemerintah juga menghapus penyaluran MBG saat masa liburan sekolah sebagai bagian dari penajaman program.

Juda menegaskan pemerintah tetap menjalankan program prioritas, namun dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran dan berkualitas.

“Ini adalah refocusing atau penajaman. Kita tetap melakukan program-program prioritas yang ada dengan lebih berkualitas dan lebih tajam,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.