Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Jadi Prioritas, Pemerintah Jepang Ogah Batasi Konsumsi Energi

📅 Senin, 27 Apr 2026, 19:07 WIB | Oleh:
Ekonomi Jadi Prioritas, Pemerintah Jepang Ogah Batasi Konsumsi Energi Doc: Getty Images

TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menolak usulan parlemen untuk memberlakukan kebijakan pembatasan energi bagi masyarakat negara itu di tengah ketidakpastian pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

PM Takaichi menegaskan bahwa kegiatan perekonomian tidak boleh dihentikan.

"Saya tidak yakin kegiatan ekonomi maupun sosial saat ini harus dihentikan," katanya menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen dari pihak oposisi terkait perlunya menerapkan langkah-langkah ekonomi darurat.

Takaichi pun memastikan pemerintahannya terus mengambil sikap demi mengamankan pasokan komoditas dari sumber-sumber lain.

Lebih lanjut, Takaichi mengatakan bahwa hingga saat ini dia tidak melihat Pemerintah Jepang perlu menetapkan anggaran tambahan untuk negara, terlebih setelah parlemen Jepang menyetujui APBN 2026 sebesar 122,31 triliun yen (Rp13,23 kuadriliun) pada awal April ini.

Pemerintah Jepang juga masih dapat mengandalkan dana cadangan dari APBN, apabila diperlukan, untuk merespons dampak dari konflik di Timur Tengah, tegasnya.

PM Takaichi memastikan pemerintahannya akan secara fleksibel mengambil tindakan yang diperlukan untuk merespons ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Komentar Takaichi di parlemen itu muncul saat Selat Hormuz, sebagai jalur utama yang menyalurkan lebih dari 20 persen total pasokan energi global, mulai tutup secara efektif sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berlangsung pada akhir Februari lalu.

Akibatnya, negara-negara Asia yang mengandalkan impor minyak mentah menyerukan untuk menghemat dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk impor minyak mentah.

Seperti diberitakan, sejumlah negara telah mengambil langkah sebagai dampak penutupan Selat Hormuz. Korea Selatan menyerukan pengurangan penggunaan energi dan Malaysia mendorong warganya untuk bekerja dari rumah (WFH). Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

20 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Promosikan Kain Ulos agar M...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.