Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dies Natalis ke-56 IKJ: Wagub Rano Dorong Mahasiswa Jadikan Jakarta Lebih Manusiawi

📅 Senin, 27 Apr 2026, 12:20 WIB | Oleh:
Dies Natalis ke-56 IKJ: Wagub Rano Dorong Mahasiswa Jadikan Jakarta Lebih Manusiawi Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) memiliki peran strategis sebagai rahim kebudayaan yang tidak hanya melahirkan seniman, tetapi juga membentuk arah peradaban kota. Hal itu disampaikannya saat pidato kebudayaan di pembukaan dies natalis ke-56 IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) memiliki peran strategis sebagai rahim kebudayaan yang tidak hanya melahirkan seniman, tetapi juga membentuk arah peradaban kota. Hal itu disampaikannya saat pidato kebudayaan dalam pembukaan dies natalis ke-56 IKJ di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Menurut Rano, perjalanan 56 tahun IKJ bukan sekadar angka dalam kalender akademik, melainkan rekam jejak panjang para pelaku seni yang telah menghasilkan berbagai karya penting bagi perkembangan budaya Jakarta.

"Lima puluh enam tahun IKJ bukan sekadar angka dalam kalender akademik. Ia merekam jejak para seniman, aktor, perupa, sineas, pemusik, penari, peneliti, hingga mahasiswa dalam menghasilkan dan mendistribusikan karya yang mencerminkan peradaban kota," ujar Rano Karno.

Ia menekankan, seni memiliki fungsi fundamental dalam membentuk identitas sebuah kota. Tanpa seni, menurutnya, Jakarta hanya akan menjadi kumpulan infrastruktur fisik tanpa jiwa dan kehilangan dimensi kemanusiaannya.

"Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa, yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya," tuturnya.

Rano menilai tema dies natalis tahun ini, yakni "Creative Knowledge & Global Presence: Leading to Artpreneur", sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, kreativitas tidak cukup hanya mengandalkan bakat, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, riset, disiplin, keberanian, teknologi, jejaring, serta kepekaan sosial.

Ia menyebut, seniman masa kini harus mampu menjaga ekosistem kreatif sekaligus memahami bahasa dunia tanpa kehilangan identitas lokal. Menjadi global, kata dia, tidak boleh membuat seseorang tercerabut dari akar budaya sendiri.

"Seniman hari ini tidak cukup hanya mencipta. Ia juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya. Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri," urainya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota yang inklusif dan berbudaya. IKJ diharapkan terus menjadi laboratorium kreatif yang melahirkan gagasan besar untuk menjawab tantangan urban Jakarta.

Menurut Rano, dari kampus seni seperti IKJ harus lahir ide-ide besar tentang bagaimana menjadikan Jakarta lebih manusiawi, terbuka, dan mampu berbicara di panggung global melalui kebudayaan.

"Dari IKJ kita berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia. Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Cedera Badosa Bantu Sherif Juara

16 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Cedera Badosa Bantu Sherif ...

Panen ikan nila Larasati

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Panen ikan nila Larasati

Fasilitas desalinasi untuk warga pesisir

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Fasilitas desalinasi untuk ...

Festival UFO Indonesia

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival UFO Indonesia

Pembangunan kanopi di Stasiun Bogor

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembangunan kanopi di Stasi...
Ekonomi
Realisasi penggunaan BBM be...
Luar Negeri
Asean Berupaya Kurangi Damp...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.