Wali Kota Bandung Sebut Budaya Gowes Masih Kuat
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 17:58 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Lebih dari 500 sepeda memadati area kegiatan Bandung On Bike 2026 di Balai Kota, Sabtu (25/4). Pemandangan ini menjadi bukti, budaya bersepeda di Kota Bandung masih sangat kuat dan terus tumbuh.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara komunitas pesepeda dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mendorong kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut upaya menjadikan Bandung ramah pesepeda tidak bisa dilakukan secara instan. Fondasinya harus dimulai dari pembenahan kualitas jalan dan trotoar terlebih dahulu.
“Hal yang paling mendasar adalah membereskan bekas galian dan permukaan jalan yang tidak rata. Setelah jalan dan trotoar baik, barulah kita bisa memastikan jalur yang benar-benar aman dan nyaman untuk pesepeda,” ujar dia.
Wali Kota Farhan mengaku banyak menerima kritik dari komunitas pesepeda. Masukan tersebut sangat penting agar pemerintah tidak asal menggambar jalur sepeda tanpa perencanaan teknis yang tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Masukan dari komunitas harus masuk sejak tahap perencanaan desain jalur,” kata dia.
Wali Kota Farhan berharap kolaborasi antara komunitas dan pemerintah ini bisa terus berjalan. Ia menargetkan pada akhir 2026, saat Bandung direncanakan menjadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional, kondisi jalan dan fasilitas kota sudah semakin ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang terbuka dan inklusif untuk semua. Tinggal bagaimana kita benahi infrastrukturnya secara bertahap dan melibatkan komunitas,” tutur dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua Komunitas Bike to Work Bandung, Muhammad Andi Fauzi, menjelaskan, Bandung On Bike 2026 diinisiasi tidak hanya sebagai ajang bersepeda, tetapi juga sebagai less waste event dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Kegiatan ini diinisiasi bersama Greeners serta didukung berbagai mitra lingkungan. Salah satunya bersama Diet Plastik Indonesia yang menerapkan protokol guna ulang, sehingga seluruh tenant makanan dan minuman tidak menggunakan kemasan sekali pakai.
Pengelolaan sampah juga dilakukan langsung di lokasi acara. Limbah makanan diolah menggunakan metode BSF dan komposter bekerja sama dengan Ngadaur.
Sampah daur ulang dikelola bersama Plastavfall Waste Bank, sementara sampah residu ditangani melalui mekanisme take back oleh sponsor.
“Tadi pagi pukul 06.00 WIB kami sudah melakukan flag off peserta City Tour dan City Adventure sejauh 160 kilometer. Hingga pagi ini sudah tercatat sekitar 500 sampai 600 sepeda terparkir di lokasi. Ini bukti bahwa budaya bersepeda di Bandung tetap ada dan akan terus tumbuh,” ujar Andi.
Dalam kegiatan tersebut, diberikan pula penghargaan kepada siswa SMPN 55, yang menjalankan kegiatan Bike to School atau bersepeda ke sekolah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!