Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahukah Ada 6 Provinsi yang Sangat Rawan Kebakaran Hutan

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 09:56 WIB | Oleh:
Tahukah Ada 6 Provinsi yang Sangat Rawan Kebakaran Hutan Doc: ist
Ket. waspada kebakaran

JAKARTA – Pemda enam provinsi berikut harus waspada api di musim kemarau. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta jajarannya untuk fokus menangani enam provinsi berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino Godzilla yang bisa menyebabkan kekeringan panjang.

Enam provinsi tersebut meliputi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan, yang dinilai memiliki lahan gambut cukup luas, sehingga memerlukan rencana detail dan konkret, terutama terkait pengelolaan ekosistem gambut.

"Tahun ini El Nino berkategori rendah hingga moderat tetapi terjadi pada musim kemarau, sehingga dampaknya diproyeksikan lebih signifikan. BMKG juga memperkirakan curah hujan kurang dari 100 mm per bulan, atau rata-rata di bawah 5 mm per hari. Kondisi ini meningkatkan potensi hari tanpa hujan, sekaligus menghambat upaya modifikasi cuaca untuk pencegahan karhutla," katanya saat memberikan arahan pada apel pagi di Kantor KLH, Jakarta Timur, Rabu.

Hanif menegaskan, pemantauan tinggi muka air tanah gambut mesti menjadi prioritas utama pemerintah daerah, utamanya Dinas Lingkungan Hidup setempat, mengingat beberapa wilayah menunjukkan penurunan drastis hingga 150 cm dan 80 cm. Secara umum, kondisi gambut dianggap relatif aman jika tinggi muka air berada di atas 40 cm dari permukaan tanah.

"Penurunan di bawah 80 cm menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran. Oleh karena itu, kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut, langkah-langkah operasional yang ditekankan yakni pemetaan detail tinggi muka air tanah di seluruh wilayah pengawasan, serta aktivasi dan pemasangan alat pemantau (logger) secara otomatis maupun manual," ujar dia.

Selanjutnya, Menteri LH juga meminta jajarannya agar fokus menangani karhutla di areal perusahaan konsesi atau yang memiliki konsesi, baik itu perkebunan maupun perusahaan di bidang kehutanan.

"Maka, lakukan akselerasi untuk mendorong mereka melakukan pengawasan tinggi muka air tanah. Selanjutnya, lakukan permintaan dengan detil lokasi-lokasi kanal yang berada di daerah gambut masing-masing yang diawasi," tuturnya.

Selain itu, Hanif juga meminta dilakukan reaktivasi kelompok masyarakat peduli api di wilayah rawan, serta identifikasi kebutuhan pendanaan dan koordinasi lintas kementerian.

"Langkah-langkah tersebut dirancang sebagai respons terhadap penurunan drastis tinggi muka air gambut serta meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau panjang. Persiapan teknis, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam strategi awal penanggulangan karhutla tahun ini," demikian Hanif Faisol Nurofiq.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.