Menbud Ungkap Banyak Film Indonesia Belum Dapat Kuota Layar Bioskop
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengungkapkan masih banyak film Indonesia yang belum memperoleh kuota layar di bioskop. Keterbatasan jumlah layar, kata dia, dinilai menjadi kendala utama bagi distribusi film nasional.
"Saat ini jumlah layar bioskop di Indonesia masih jauh dari kebutuhan. Dari estimasi kebutuhan sekitar 10 ribu layar, jumlah yang tersedia baru sekitar 2.500 layar," kata dia kepada wartawan usai menghadiri acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin (20/4).
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan banyak film, terutama produksi dalam negeri, tidak mendapatkan waktu tayang yang memadai. Akibatnya, sejumlah karya film, khususnya dari sineas independen kesulitan menjangkau penonton secara luas.
Ia mengatakan bahwa masalah ini harus menjadi perhatian khusus melalui berbagai program afirmasi guna mendukung keberlanjutan karya mereka. Dalam mengatasinya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program dukungan, seperti bantuan perjalanan (travel grant) untuk mengikuti festival film internasional.
"Beberapa di antaranya adalah partisipasi dalam International Film Festival Rotterdam, dan Clermont-Ferrand International Short Film Festival. Adapun Sundance Film Festival, serta festival lainnya seperti Cannes dan Busan," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, film merupakan medium yang efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Beragam unsur budaya, seperti seni peran, musik, bahasa, tradisi lisan, hingga kuliner, dapat terepresentasi dalam sebuah karya film.
Ia menegaskan, penguatan ekosistem perfilman nasional menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan narasi budaya di tengah arus konten global. "Film harus kita tempatkan sebagai infrastruktur budaya yang pokok," ujar dia.
Deputi Bidang Kreativitas Media KemenEKRAF, Agustini Rahayu, menyebutkan industri perfilman nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Tantangan itu khususnya di bidang distribusi, membuat industri ini belum bisa menangkap potensi pasar secara optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu tantangannya yaitu absennya distributor film di indonesia. Ia mengatakan, unsur distributor sejatinya penting, sehingga pemasaran dan distribusi film semakin luas.
"Tantangan utamanya adalah saat ini ada beban ganda yang ditanggung oleh production house dengan keterbatasan distributor. Jadi, saat ini PH kita memikul beban ganda mereka harus fokus produksi, sekaligus jualan," ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!