“Listriknya Mati” Wapres Gibran Kaget Lihat Kelas Gelap di Mimika.
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 12:00 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Wakil Presiden Gibran Rakabumimg Raka menyoroti minimnya penerangan di salah satu kelas saat meninjau Sentra Pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa.
Wapres mengunjungi SD Negeri, SMP Negeri, dan SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, serta berinteraksi langsung dengan para siswa dan tenaga pendidik.
"Gelap sekali ruangan kelasnya. Listriknya mati Pak Guru?" tanya Gibran saat memasuki salah satu kelas yang sedang belajar matematika.
Sambil melihat langit-langit kelas, Gibran menyadari bahwa hanya ada satu lampu yang berfungsi dalam ruangan itu sehingga tampak kurang cahaya meskipun jendela sudah dibuka.
Dalam tinjauannya, Wapres Gibran mengunjungi sejumlah fasilitas kelas, termasuk laboratorium IPA dan informatika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat berada di laboratorium informatika, Wapres menaruh perhatian pada materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa kelas 10 SMA tersebut, khususnya terkait program materi formula para Microsoft Excel.
"Belum diajarkan materi formula ya? Input angkanya masih manual, enggak pakai formula? Kapan diajarkan?" tanya Wapres.
"Akan diajarkan di kelas 11 Bapak," jawab Nurhayati, yang sudah menjadi Guru Informatika selama 1 tahun 4 bulan, di SMAN tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Total terdapat 1.031 siswa yang menempuh pendidikan di Sentra Pendidikan Mimika yang terdiri dari 205 siswa SD, 285 siswa SMP, dan 541 siswa SMA.
Selain kelas dan fasilitas sekolah, Gibran juga turut meninjau asrama tempat para siswa menginap.
Saat memasuki lorong asrama, Wapres juga menyoroti penerangan yang minim di bangunan tersebut.
"Maintenance-nya (pemeliharaannya) agak kurang ya," kata Wapres sebelum meninggalkan ruang asrama.
Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan Anton Rante menuturkan bahwa sekolah Sentra Pendidikan menyediakan fasilitas asrama bagi siswa dari wilayah terpencil guna memastikan akses pendidikan tetap terjaga.
"Yang kami prioritaskan adalah anak-anak dari daerah yang jauh seperti pesisir atau kampung yang tidak ada keluarga di kota, sehingga mereka bisa tinggal di asrama," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!