Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBTF Diminta Tak Sekadar Pameran, Tapi Lahirkan Deal Pariwisata Nyata

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBTF Diminta Tak Sekadar Pameran, Tapi Lahirkan Deal Pariwisata Nyata Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.
Ket. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana buka pameran perjalanan wisata BBTF 2026 di Badung, Bali, Kamis (28/5/2026).

BADUNG – Pameran perjalanan wisata menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memperluas dampak ekonomi daerah.

Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan pelaku industri dengan calon wisatawan, tetapi juga membuka peluang promosi destinasi, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif secara lebih luas.

Di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat, pameran wisata berfungsi sebagai sarana membangun citra daerah sekaligus menarik minat investasi di sektor pariwisata.

Selain mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, pameran perjalanan wisata juga mencerminkan perubahan tren konsumsi masyarakat yang kini lebih mencari pengalaman, budaya lokal, dan wisata berkelanjutan.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci agar promosi wisata tidak sekadar seremonial, tetapi mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menginginkan pameran perjalanan wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menciptakan lebih banyak kerja sama pariwisata.

“Saya berharap BBTF akan menciptakan lebih banyak kerja sama, menghasilkan potensi bisnis yang nyata, dan memperluas pola perjalanan melampaui Bali ke destinasi-destinasi di seluruh Indonesia,” kata Menpar saat membuka BBTF 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/5).

Menpar menaruh harapan besar ke BBTF, sebab pameran perjalanan wisata tersebut selama 12 tahun terakhir menjadi platform penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Dengan tahun ini menghubungkan 407 buyer (pembeli) internasional dan nasional dari 44 negara dengan 286 seller (penjual), maka ditargetkan dapat banyak menumbuhkan kemitraan, menciptakan peluang, dan menampilkan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.

“12 tahun perjalanan BBTF bukan sekadar sebuah pencapaian, ini adalah bukti dari konsistensi, kolaborasi, dan keyakinan bersama bahwa sektor pariwisata Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar global, tidak mengherankan jika saat ini BBTF telah menjadi pasar pariwisata terbesar di Indonesia,” ujar Widiyanti.

Untuk menciptakan lebih banyak kerja sama di pameran ini, Menpar mengarahkan para seller atau penjual paket-paket pariwisata Indonesia menampilkan Indonesia dengan rasa percaya diri, kreativitas, dan profesionalisme.

“Kepada para pembeli internasional, saya mengajak anda (penjual paket wisata) tidak hanya untuk menjual Indonesia, tetapi juga membantu membentuk generasi baru dari pengalaman perjalanan Indonesia. Bali telah membuka pintunya, sekarang saatnya bagi kita untuk melangkah lebih jauh bersama-sama,” tuturnya.

Meski pameran ini ada di Bali, pemerintah ingin para pelaku perjalanan wisata internasional melihat keindahan Indonesia lainnya, ada lebih dari 17 ribu pulau dengan ratusan budaya, keanekaragaman hayati, tradisi kuliner yang kaya, warisan jalur rempah yang bersejarah, serta keramahan masyarakat yang dapat dirasakan.

“Itulah mengapa pesan kami sangat jelas, Indonesia siap melangkah lebih jauh dari sekadar promosi destinasi menuju kemitraan produk pariwisata, kami tidak hanya mengundang dunia untuk mengunjungi Indonesia, kami mengundang para pembeli, pelaku industri, dan mitra ikut mengurasi, menciptakan bersama, dan mengembangkan pengalaman perjalanan baru di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

57 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Ekonomi
Sejumlah Harga BBM Nonsubsi...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.