Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 0,45 Persen Seiring Meningkatnya Kembali Tensi AS-Iran

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 0,45 Persen Seiring Meningkatnya Kembali Tensi AS-Iran Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (21/4) pagi bergerak melemah seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka melemah 33,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 7.560,28. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7.00 poin atau 0,93 persen ke posisi 748,85.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih sideways pada kisaran level 7.500- 7.700. Namun, jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450- 7.480,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, ketegangan antara AS dengan Iran kembali meningkat, sehingga memudarkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat dan mendorong penguatan kembali harga minyak mentah.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang direncanakan AS di Pakistan.

Selain itu, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, apabila negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS.

Sementara itu, masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada pekan ini.

Dari dalam negeri, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rasio NPL kredit properti pada Februari 2026 sebesar 3,24 persen, atau meningkat dibandingkan 2,99 persen pada Februari 2025.

Pertumbuhan penyaluran kredit properti pada Februari 2026 masih relatif tinggi, yaitu meningkat 13,7 persen (yoy). Sehingga kenaikan NPL juga disertai dengan bertambahnya jumlah kredit yang bermasalah.

Apabila BI menaikkan BI-Rate untuk menahan depresiasi Rupiah, maka berpotensi berdampak terhadap kenaikan NPL.

Namun demikian, diperkirakan BI belum akan menaikkan BI Rate pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur pada Selasa (21/4) dan Rabu (22/4).

Sementara itu, kenaikan harga BBM non subsidi, meskipun Pertalite dan Pertamax tidak naik, mengurangi tekanan terhadap potensi meningkatnya beban pada APBN, meskipun terbatas.

Kenaikan harga BBM non subsidi akan mengurangi beban kompensasi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah dari APBN untuk menutup selisih harga jual ke masyarakat.

Pada perdagangan Senin (20/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,28 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,55 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,15 persen, serta indeks CAC melemah 1,12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Olahraga
Brentford Kalahkan Tottenha...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.