Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertamina: Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 18:17 WIB | Oleh:
Pertamina: Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung Doc: Dokumentasi RRI

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram. Mengutip laman Pertamin Patra Niaga, harga baru ditetapkan menjadi Rp228 ribu per tabung dari sebelumnya Rp192 ribu.

Kenaikan tersebut setara sekitar 18,75 persen dan menjadi penyesuaian pertama sejak tahun 2023. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 18 April 2026 di sejumlah wilayah Indonesia.

Penyesuaian harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Sementara daerah lain mengalami penyesuaian sesuai biaya distribusi masing-masing wilayah.

Selain LPG 12 kilogram, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram juga mengalami kenaikan. Harga tabung ukuran tersebut naik dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung.

Kenaikan harga LPG 5,5 kilogram tercatat mencapai sekitar 18,89 persen di wilayah yang sama. Penyesuaian harga di daerah lain juga mengikuti faktor distribusi yang berlaku di masing-masing wilayah.

Sebelumnya, pada November 2023, Pertamina sempat menurunkan harga LPG 12 kilogram menjadi Rp192 ribu per tabung. Penurunan itu dilakukan setelah evaluasi tren harga contract price Aramco yang saat itu mengalami pelemahan.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyebut kenaikan harga LPG turut dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia. Hal ini tercermin dari meningkatnya harga rata-rata minyak mentah Indonesia.

Ia menjelaskan, Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 mencapai 102,26 dollar AS per barel. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan Februari yang berada di level lebih rendah.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan kenaikan tersebut dipicu dinamika geopolitik global. Ketegangan internasional dinilai berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Menurut dia, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memengaruhi stabilitas energi global. Kondisi ini berdampak pada terganggunya distribusi minyak di berbagai kawasan.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut.

Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah juga memperburuk kondisi pasokan global. Hal ini kemudian berdampak pada kenaikan harga energi termasuk LPG di dalam negeri. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.