Mojotirto Festival 2026 Jadi Simbol Rasa Syukur dan Identitas Budaya Masyarakat Mojokerto
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Pemkot Mojokerto
MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat pelestarian air, salah satunya lewat kegiatan Mojotirto Festival 2026 yang digelar di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, Sabtu (18/4).
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi di Kota Mojokerto, Sabtu, mengatakan Mojotirto Festival 2026 digelar sebagai simbol rasa syukur sekaligus penguatan identitas budaya Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit.
"Puncak acara ditandai dengan prosesi Larung Tirta Amerta yang berlangsung di Sungai Ngotok, yang sebelumnya diawali dengan rangkaian Umbul Dungo dan penyatuan air dari berbagai sumber mata air," katanya.
Ia menyampaikan Kota Mojokerto memiliki kekayaan alam yang luar biasa, karena secara geografis, wilayah ini dikelilingi oleh tujuh aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, yakni Sungai Sadar, Sungai Ngrayung, Sungai Brangkal, Sungai Ngotok, Sungai Brantas, Sungai Watudakon, dan Sungai Cemporat yang harus dijaga bersama.
"Air adalah sumber kehidupan. Maka, Bumi Majapahit ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kita berharap kekayaan sumber daya air ini menjadi sumber kesejahteraan dan pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, sekaligus menjadi identitas Kota Mojokerto sebagai kota berbasis sejarah, budaya, dan pariwisata," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan Mojotirto Festival bukan sekadar pagelaran seni dan budaya, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam melestarikan nilai-nilai luhur, serta sebagai ungkapan rasa syukur atas berlimpahnya air sebagai sumber kehidupan.
Mojotirto Festival, kata dia, secara rutin diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia dan menjadi pengingat bahwa air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Dalam rangkaian kegiatan tahun ini, lanjut dia, air dari berbagai daerah juga disatukan sebagai simbol persatuan dan harapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Air tersebut berasal dari sejumlah titik bersejarah di kawasan Trowulan dan sekitarnya, seperti Sumur Upas di Candi Kedaton, Siti Inggil Trowulan, Situs Hayam Wuruk, Klinterejo Tribhuwana Tunggadewi, Sumur Sakti Gajah Mada di Jatirejo, Situs Damar Wulan, hingga Sumber Towo Jatirejo. Selain itu, juga dibawa air dari berbagai daerah di Jawa Timur oleh para duta wisata.
“Semalam kita telah menyatukan air dari berbagai kota dan kabupaten. Kita berdoa bersama agar air tetap menjadi anugerah bagi kita semua, dan tidak menjadi musibah,” ujarnya.
Melalui prosesi, sakral seperti Umbul Dungo dan Larung Tirta Amerta, masyarakat diajak untuk merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan alam, memperkuat nilai spiritual, serta membangun harmoni dalam kehidupan sosial.
Festival ini dinilai memiliki peran strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Mojokerto.
"Dengan mengangkat kearifan lokal dan sejarah Majapahit, Mojotirto Festival diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Mojokerto di tingkat provinsi maupun nasional sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!