Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memasuki Tahun Keempat, Krisis Sudan Jadi Salah Satu Bencana Kemanusiaan Terburuk Dunia

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 16:07 WIB | Oleh:
Memasuki Tahun Keempat, Krisis Sudan Jadi Salah Satu Bencana Kemanusiaan Terburuk Dunia Doc: AFP/GETTY IMAGES

KHARTOUM - Sudan memasuki tahun keempat perang antara Angkatan Bersenjata Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat.

Selama tahun-tahun tersebut, Sudan menjadi medan terbuka dengan kerugian yang terus meningkat, tidak hanya di medan pertempuran, tetapi di setiap aspek kehidupan, seiring dampak kemanusiaan dan ekonomi yang terus memburuk.

Berikut gambaran umum perang Sudan berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh sejumlah organisasi internasional.

Kematian: sekitar 33.000 kematian tercatat di rumah sakit, menurut Kementerian Kesehatan Sudan.

Pengungsi: Setelah mencapai puncaknya pada Januari 2025 dengan lebih dari 11 juta orang, jumlah pengungsi internal turun menjadi sekitar 9 juta orang, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Pengungsi lintas negara: sekitar 3,9 juta pengungsi Sudan masih berada di negara-negara tetangga, terutama di Mesir, Chad, Libya, Sudan Selatan, Uganda, dan Ethiopia, menurut IOM.

Bantuan kemanusiaan: sekitar dua dari setiap tiga orang di Sudan membutuhkan bantuan kemanusiaan, menjadikannya krisis kemanusiaan terbesar di dunia, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anak-anak: sedikitnya 4,2 juta anak berisiko malanutrisi, dan lebih dari 8 juta anak kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, dalam salah satu krisis pendidikan terburuk di dunia, menurut UNICEF.

Kelaparan: Krisis kelaparan telah dikonfirmasi di El Fasher (Darfur Utara) dan Kadugli (Kordofan Selatan), sementara jutaan orang menghadapi risiko kelaparan di sekitar 20 daerah yang sulit dijangkau, menurut laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu yang diterbitkan pada November 2025.

Layanan kesehatan: Sekitar 37 persen fasilitas kesehatan tidak beroperasi, dan 21 juta warga Sudan membutuhkan layanan kesehatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pengangguran: Lebih dari 5 juta orang kehilangan sumber pendapatan mereka, dan lebih dari 70 persen warga hidup di bawah garis kemiskinan, menurut Organisasi Buruh Internasional dan serikat buruh Sudan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Megapolitan
Distribusi Air Bersih Grati...
Olahraga
Mengejutkan! AC Milan Diper...
Megapolitan
Sampah Botol Plastik Disula...

Hamparan Gulma Penuhi Waduk Manggar

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Hamparan Gulma Penuhi Waduk...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.