Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Putus di Lembah Anai, Guru SMP Negeri 1 Malalak Tidur di Sekolah Agar Tetap Mengajar

📅 Senin, 23 Feb 2026, 20:58 WIB | Oleh:
Jalan Putus di Lembah Anai, Guru SMP Negeri 1 Malalak Tidur di Sekolah Agar Tetap Mengajar Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah warga melintas di Jalan Malalak setelah berhasil terhubung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (23/2).

Sejumlah guru, pelajar hingga petani dari arah Balingka tujuan Malalak maupun sebaliknya ramai melewati Jalan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), setelah berhasil terhubung pada Jumat (20/2).

"Waktu jalan ini putus, saya harus melewati Lembah Anai dan tidur di sekolah agar tetap bisa mengajar anak didik," kata Nelfi Yanti (55) salah seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Malalak di Kabupaten Agam, Senin.

Nelfi Yanti mengatakan sejak Jalan Malalak terputus akibat dihantam banjir bandang di akhir November 2025, para guru terpaksa mengitari kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer demi bisa mengajar anak didiknya.

Sebelum jalan itu terputus, ia mengatakan hanya menempuh sekitar 45 kilometer dari Kecamatan Kamang Magek menuju Kecamatan Malalak. Kini, dirinya bersama para guru lainnya bersyukur Jalan Malalak sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua sehingga tidak perlu menempuh jarak yang lebih jauh.

Kepala SMP Negeri 1 Malalak Haris Pratama mengatakan untuk pertama kalinya melintasi Jalan Malalak pascaterhubung. Tersambungnya jalan tersebut menjadi sangat penting bagi warga dari arah Balingka menuju Malalak karena mempercepat mobilitas.

"Saat jalan ini terputus, saya bersama beberapa guru di sini memutuskan untuk menginap di sekolah. Satu kali seminggu barulah kami pulang ke rumah," ujar dia.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur Subiantoro mengatakan perusahaannya berhasil menghubungkan Jalan Malalak yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang sepanjang 300 meter lebih.

Jalan yang berhasil dihubungkan tersebut tepat berada di kilometer 82+600. Jalan alternatif yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi tersebut longsor akibat hujan deras yang mengguyur Malalak selama beberapa hari pada November 2025.

Meskipun Jalan Malalak sudah terhubung, namun Subiantoro menegaskan akses itu belum dibuka untuk umum, atau bagi kendaraan dari luar Kecamatan Malalak. Saat ini jalan tersebut baru bisa dilintasi khususnya bagi masyarakat lokal yang ingin ke daerah Balingka atau sebaliknya.

"Jalan itu pun hanya bisa dilintasi pada saat jam istirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.