Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Dorong Literasi Keuangan lewat Sistem Pendidikan Formal

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 19:40 WIB | Oleh:
OJK Dorong Literasi Keuangan lewat Sistem Pendidikan Formal Doc: Humas OJK
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui sistem pendidikan formal. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan ketahanan finansial sejak usia dini.

Upaya tersebut disampaikan dalam webinar internasional yang menjadi bagian dari peringatan Global Money Week 2026, Jumat (17/4). Kegiatan ini dilakukan secara virtual dengan mengangkat tema integrasi literasi keuangan dalam sistem pendidikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menyebut literasi menjadi bekal utama dalam membangun ketahanan finansial sejak dini.

“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky.

Ia menambahkan pendidikan memegang peran penting dalam membangun kapasitas keuangan sejak dini. Hal ini dilakukan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis.

“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” kata dia.

OJK juga menilai edukasi keuangan perlu diperluas di luar ruang kelas. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui platform digital dan kampanye nasional.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan OECD/INFE, Magda Bianco, menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan informasi. Ia menilai kemampuan ini penting untuk menghadapi peluang dan risiko yang semakin kompleks.

“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel. Ini menjadi peluang sekaligus risiko, sehingga kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” kata Magda.

Menurut dia, pendidikan keuangan sejak dini membantu memperkuat pemahaman hingga dewasa. Selain itu, langkah ini juga dapat mengurangi kesenjangan sosial ekonomi.

Magda menambahkan kompetensi keuangan dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi risiko. Termasuk risiko penipuan, pengelolaan utang, hingga keputusan investasi.

Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan berdampak luas bagi masyarakat. Hal ini juga mendukung stabilitas sistem keuangan dan pengurangan kesenjangan sosial. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.