Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sentil Birokrasi Daerah, Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Gunakan Konsep 'Statecraft'

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 08:50 WIB | Oleh:
Sentil Birokrasi Daerah, Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Gunakan Konsep 'Statecraft' Doc: Istimewa
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengawal transformasi birokrasi di daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Ketua DPRD se-Indonesia yang digelar di Akademi Militer, Magelang, Jawa T

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengawal transformasi birokrasi di daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Ketua DPRD se-Indonesia yang digelar di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4).

Dalam paparannya, Bima menyoroti kondisi birokrasi yang dinilai belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Ia menilai kondisi ini dapat menjadi penghambat efektivitas pembangunan, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat daerah.

"Pimpinan yang terpilih dan ditunjuk datang dan pergi, tapi birokrasi tetap di situ," ujarnya.

Menurut Bima, tantangan tersebut perlu dijawab melalui pendekatan baru dalam tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif. Salah satu pendekatan yang didorong adalah konsep statecraft yang menekankan kemampuan aparatur dalam bekerja secara cerdas, terampil, dan adaptif.

Ia menjelaskan, konsep tersebut menjadi penting mengingat kompleksitas persoalan yang dihadapi pemerintah daerah semakin meningkat. Aparatur dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Bima menekankan bahwa berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto harus dikawal secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan di daerah. Program-program tersebut diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Menurutnya, keberhasilan program prioritas nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD. Jika kolaborasi berjalan optimal, maka program tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi lokal serta membuka lapangan kerja baru.

Dalam konteks ini, DPRD memiliki posisi strategis melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan yang dimilikinya. Peran tersebut menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"DPRD adalah institusi kunci. Palunya ada di Bapak-Ibu," tegasnya.

Lebih lanjut, Bima meminta DPRD untuk tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga aktif mengawal implementasi kebijakan di lapangan. Pengawasan yang kuat diharapkan mampu mencegah terjadinya penyimpangan serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian DPRD dalam memberikan masukan maupun kritik konstruktif terhadap pemerintah daerah. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas tata kelola pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang benar.

Dengan peran aktif DPRD, Bima optimistis transformasi birokrasi di daerah dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang responsif, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Global

5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
PTPN I Perkuat Rantai Pasok...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.