Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Pompanisasi Digenjot, Strategi Pemerintah Dongkrak Produksi atau Sekadar Solusi Instan?

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Pompanisasi Digenjot, Strategi Pemerintah Dongkrak Produksi atau Sekadar Solusi Instan? Doc: ANTARA/ HO-Kementan
Ket. Pompa alkon bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mencegah dampak buruk dari cuaca El Nino.

MAGELANG – Mengoptimalkan lahan kering menjadi strategi penting dalam menjawab keterbatasan lahan produktif sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Lahan jenis ini umumnya memiliki keterbatasan air dan kesuburan tanah, sehingga memerlukan pendekatan berbasis teknologi dan manajemen yang tepat, seperti penggunaan varietas tahan kekeringan, teknik konservasi air, serta pola tanam yang adaptif.

Dengan intervensi tersebut, lahan kering tidak lagi dipandang sebagai marginal, melainkan sebagai potensi ekonomi yang belum tergarap optimal.

Dari sisi ekonomi daerah, optimalisasi lahan kering mampu membuka ruang produksi baru tanpa harus bergantung pada ekspansi lahan basah yang semakin terbatas.

Diversifikasi komoditas—seperti palawija, hortikultura, hingga tanaman perkebunan—dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.

Efek lanjutannya adalah terbentuknya rantai nilai baru di tingkat lokal, mulai dari produksi hingga distribusi.

Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, dan pendampingan berkelanjutan. Tanpa itu, produktivitas lahan kering akan sulit meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, pendekatan terintegrasi yang menggabungkan inovasi teknologi, kebijakan insentif, serta penguatan kapasitas petani menjadi kunci agar optimalisasi lahan kering benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program pompanisasi guna mengoptimalkan lahan kering.

"Upaya ini dinilai mampu meningkatkan frekuensi panen petani dari sebelumnya satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun," katanya saat meninjau pompa air di Desa Banyu Urip, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4).

Ia menyampaikan, pemasangan pompa air telah memberikan dampak signifikan bagi produktivitas pertanian.

“Yang dulu panen satu kali, sekarang bisa tiga kali karena pompanya sudah dipasang,” katanya.

Pemerintah menargetkan seluruh lahan kering yang sebelumnya hanya panen sekali dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali panen.

Ia menuturkan, untuk mendukung program tersebut, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun untuk kegiatan pompanisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.