Bahas Masa Depan Jakarta, Gubernur Pramono Soroti Ketimpangan Ekonomi di Musrenbang 2027
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 11:40 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/4). Forum ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah pembangunan Jakarta ke depan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mengusung tema besar transformasi Jakarta sebagai kota global dengan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia yang produktif. Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur serta eksplorasi potensi ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan juga menjadi fokus utama dalam perencanaan.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa Musrenbang berfungsi sebagai wadah untuk menyelaraskan prioritas pembangunan di berbagai sektor. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Secara umum, kinerja pembangunan Jakarta menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, peningkatan investasi yang signifikan, serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan," paparnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian pembangunan belum merata di seluruh wilayah Jakarta. Perbedaan indikator seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, hingga Indeks Pembangunan Manusia masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, serta Indeks Pembangunan Manusia. Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan ke depan harus berbasis kewilayahan dan berorientasi pada pemerataan," tandasnya.
Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis kewilayahan menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan antar daerah di Jakarta. Dengan strategi tersebut, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan spesifik masyarakat di tiap wilayah.
Gubernur Pramono juga mendorong seluruh kepala perangkat daerah untuk memperkuat komitmen dalam menyusun dan melaksanakan rencana pembangunan secara sinergis. Ia menekankan bahwa perencanaan harus terarah dan berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semoga upaya ini menghasilkan perencanaan pembangunan yang optimal demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya," ujarnya.
Dalam proses perencanaan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tercatat sebanyak 61.174 usulan telah dihimpun melalui berbagai jalur, termasuk Musrenbang tingkat wilayah, usulan langsung warga, serta hasil reses DPRD.
Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga mengakomodasi aspirasi dari masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Kegiatan Musrenbang ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai instansi, termasuk perwakilan pemerintah pusat dan legislatif. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang komprehensif.
Dengan adanya Musrenbang RKPD 2027, Pemprov DKI Jakarta berharap arah pembangunan semakin jelas dan terukur. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!