Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Berharap Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Mensos Berharap Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan Doc: Biro Humas Kemensos
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan tanpa titipan. Menurutnya proses seleksi dilakukan berbasis penjangkauan dan data resmi.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran terbuka karena seluruh proses dilakukan melalui penjangkauan berbasis data sosial nasional. Menurut dia, tidak boleh ada praktik titipan maupun intervensi dari pihak mana pun dalam proses seleksi siswa.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Penjangkauan dilakukan berbasis DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” ucap Saifullah Yusuf saat menyampaikan arahan kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik secara daring Selasa (14/4).

Mensos menekankan bahwa seleksi harus mengutamakan masyarakat paling membutuhkan dengan prinsip kehati-hatian dan ketepatan sasaran. Ia juga mengingatkan bahwa proses rekrutmen merupakan tahap paling krusial yang harus dijaga dari potensi penyimpangan.

“Tidak boleh ada titipan atau intervensi. Semua pihak harus menjaga integritas proses seleksi,” kata dia.

“Yang paling membutuhkan harus diprioritaskan dalam seleksi. Ini prinsip utama program,” kata dia.

Ia meminta seluruh pihak mewaspadai manipulasi data serta menjaga proses seleksi tetap bersih dan transparan. Selain itu, lingkungan sekolah juga harus aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan intoleransi.

“Waspadai manipulasi data dan intervensi pihak luar. Semua harus menjaga proses ini,” ucap dia.

“Pelaku kekerasan akan ditindak tegas, bisa langsung diberhentikan tanpa peringatan. Pendidikan harus damai dan inklusif, tidak boleh ada intoleransi di sekolah,” kata dia.

Dalam pembinaan siswa, lanjutnya wali asuh juga diminta berperan aktif memberikan pedampingan secara intensif sejak awal. Menurut dia, deteksi dini perilaku menyimpang juga harus dilakukan untuk memastikan pembinaan berjalan tepat.

“Jika ditemukan perilaku menyimpang, akan dilakukan rehabilitasi. Pendampingan menjadi kunci utama,” ucap dia.

Dalam aturan pembelajaran, siswa juga diwajibkan mematuhi kedisiplinan termasuk larangan membawa laptop keluar kelas. Ia meminta tenaga pendidik aktif menyosialisasikan bahwa tidak ada pendaftaran karena seluruh data berasal dari DTSEN.

“Aturan ini wajib dipatuhi oleh seluruh siswa. Kedisiplinan menjadi bagian penting pendidikan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menegaskan program ini menyasar masyarakat desil satu dan dua sebagai prioritas utama. Ia juga membuka ruang usulan berbasis temuan lapangan untuk melengkapi data yang sudah ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...

Kabar Menggembirakan, Jantho Telah Melahirkan Bocah ke-12

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabar Menggembirakan, Janth...

Kawasan Ala Myeongdong Korea Akan Hadir di Jakarta

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kawasan Ala Myeongdong Kore...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.