Pembicaraan Berlangsung Lama Indikasi Kemajuan Dicapai - Trump Sebut AS dalam Negosiasi 'Sangat Mendalam' dengan Iran
📅 Minggu, 12 Apr 2026, 04:52 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Kami prihatin dengan pelanggaran berkelanjutan terhadap aturan perang dan hukum humaniter internasional,” kata Komite Tetap Antar-Lembaga, yang terdiri dari sejumlah badan PBB dan mitra kemanusiaan, dalam sebuah pernyataan.
“Kami mengutuk keras semua serangan terhadap warga sipil, termasuk pekerja kemanusiaan dan kesehatan, serta objek sipil,” kata komite tersebut, seraya mencatat bahwa ribuan warga sipil telah tewas dan terluka di seluruh Timur Tengah hanya dalam sebulan terakhir.
“Kami menuntut agar semua pihak – baik Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun kelompok bersenjata – menghormati kewajiban hukum mereka untuk melindungi warga sipil, termasuk personel kemanusiaan, dan infrastruktur sipil.
“Semua pelanggaran harus ditindaklanjuti dengan pertanggungjawaban,” tambah pernyataan itu. “Bahkan perang pun memiliki aturan, dan aturan-aturan ini harus dihormati.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor berita Tasnim Iran membagikan detail lebih lanjut tentang negosiasi yang dilakukan hingga larut malam.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan rincian tambahan tentang negosiasi larut malam di Islamabad.
Disebutkan bahwa Vance, Witkoff, dan Kushner semuanya hadir di pihak AS, sementara pihak Iran diwakili oleh Araghchi, Ghalibaf, dan Bagheri Kani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor berita tersebut juga mengatakan, “Tampaknya ini adalah kesempatan terakhir bagi tim Iran untuk mencapai kerangka kerja bersama dalam putaran pembicaraan ini.”
Menurut sumber, meskipun delegasi Iran siap untuk tetap berada di Islamabad, ada banyak poin yang masih menjadi kendala. Poin-poin ini belum terselesaikan saat ini.
Jika berbicara tentang Selat Hormuz, kesenjangan tersebut tidak teratasi.
Kedua belah pihak memiliki semacam kerangka kerja, tetapi kerangka kerja ini sebenarnya tidak komprehensif, dan tidak mencakup semua isu yang menjadi perbedaan pendapat kedua belah pihak.
Jadi, setidaknya dari apa yang saya dengar dari sumber-sumber ini, belum ada hal konkret yang bisa diharapkan dari pembicaraan ini untuk saat ini.
Kabar dari Gedung Putih bahwa pembicaraan langsung masih berlangsung di Hotel Serena. Pembicaraan telah memasuki "fase kritis", dengan poin utama yang menjadi kendala adalah Selat Hormuz.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!