Tragedi Longsor TPST Bantargebang Telan Korban Jiwa, Malapetaka Sampah Menanti
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBencana Kemanusiaan
Tragedi gunung sampah longsor itu menelan korban nyawa manusia. Berapa besar harga satu jiwa manusia? Sungguh tidak ternilai harganya. Jika yang mati jadi korban ratusan manusia, seperti kasus TPA Leuwigajah Cimahi, sungguh sangat mengenaskan? Pun korban mati tertimbun sampah merupakan tragedi kemanusian yang menyayat hati.
Ketika gunung sampah longsor yang paling terdampak adalah para pekerja di lapangan, seperti pemulung, operator, sopir, pengawas, pedagang kecil. Terutama pemulung dan pedagang kecil itu hanya mencari sesuap nasi untuk bisa makan sehari. Jika besok tidak bekerja belum tentu bisa makan, kecuali cari pinjaman.
Situasi pengelolaan sampah sekarang sangat miris. Semua sampah dibuang ke TPST. Padahal, sampah makanan, sampah organik, sampah hotel, restouran, apartemen, gedung perkantoran, mall harus dikelola secara mandiri di dalam kota. Sampah itu tidak boleh dibuang ke TPST, kecuali residunya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terus terang kita tidak boleh menyepelekan masalah sampah. Selayaknya pengelolaan sampah harus diprioritaskan dalam pembangunan tingkat nasional maupun daerah. Kita tidak bisa lagi memandang sampah dengan sebelah mata.
Ketika timbulan sampah sudah mencapai ribuan ton, konsekuensinya harus ditangani secara serius, berkelanjutan dan profesional. Pengelolaan sampah harus melaksanakan mandat UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Perda DKI Jakarta tentang Pengelolaan Sampah, dan peraturan terkait.
Pengelolaan sampah harus dilakukan dari sumber sesuai hierarkhinya. Aktivitas itu melibatkan multi-stakholders secara kolaboratif dengan dukungan multi-teknologi ramah lingkungan. Jika semua bergerak, hasilnya tidak akan muncul gunung-gunung sampah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kasus gunung sampah longsor di TPST Bantargebang hendaknya jadi pelajaran berharga. Berhati-hatilah mengelola gunung-gunung sampah, potensi Malapetaka Sampah menanti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!