Endeavor Indonesia Rilis 13 Startup Tunjukkan Ketahanan di Tengah Tekanan Global. Apa Saja?
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 23:35 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Di tengah tekanan global yang memaksa industri startup beralih dari pertumbuhan agresif ke profitabilitas, sejumlah perusahaan justru menunjukkan ketahanan dan kemampuan ekspansi yang konsisten. Kelompok inilah yang kini menjadi tulang punggung baru dalam menjaga stabilitas ekosistem startup.
Fenomena tersebut disoroti oleh Endeavor Indonesia melalui pengumuman Endeavor Outliers 2026, yang menampilkan 13 perusahaan dan 23 founder dari Indonesia dan Singapura. Mereka dinilai berhasil mempertahankan pertumbuhan tinggi sekaligus menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Pengakuan ini diberikan kepada 10% perusahaan dengan performa terbaik dari jaringan global Endeavor yang mencakup lebih dari 3.000 entrepreneur di lebih dari 50 negara. Penilaian tidak hanya didasarkan pada skala bisnis, tetapi juga kemampuan para founder dalam mengelola risiko, menavigasi tekanan pasar, dan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono, menegaskan bahwa capaian para founder ini menjadi bukti bahwa perusahaan berskala besar dapat tumbuh dari Indonesia, bahkan dalam kondisi pasar yang menantang.
“Para Outliers dari Indonesia menjadi pengingat bahwa membangun bisnis berskala besar bukan hanya mungkin, tetapi juga ditentukan oleh keberanian founder dan dukungan jaringan mentor global yang dimiliki Endeavor,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (10/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara global, daftar Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan, termasuk 93 unicorn dan lima decacorn, dengan total pendanaan lebih dari 31 miliar dolar AS dalam tiga tahun terakhir. Angka ini menegaskan peran strategis kelompok tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital lintas negara.
Founder Terpilih dari Indonesia dan Kawasan
Endeavor Outliers dikenal sebagai kelompok founder yang mampu melewati fase-fase krusial dalam siklus bisnis, mulai dari ekspansi cepat hingga penyesuaian strategi di tengah tekanan pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa nama yang masuk dalam daftar tahun ini antara lain:
- Edward Tirtanata dan James Prananto (Kopi Kenangan)
- Umang Rustagi dan Akshay Garg (Kredivo)
- Tubagus Syailendra dan Ashab Alkahfi (Chickin)
- Vince Iswara (DANA)
- Harshet Lunani (Qoala)
- Aaron Tan (Carro)
- Siu Rui Quek (Carousell)
- Vincent Tjendra, Jessica Stephanie Jap, Marcella Moniaga (ASTRO)
- Peter De Caluwe (Thunes)
- Henry Chan (ShopBack)
- Jefferson Lanjie Chen (Advance Intelligence Group)
- Natasha Ardiani (DurianPay)
- Achmad Zaky (Bukalapak)
- Aldi Haryopratomo (GoPay)
Para Outliers ini diklasifikasikan dalam beberapa kategori berdasarkan skala bisnis, mulai dari Early Breakout (pendapatan 30–50 juta dolar AS), Scaling Up (50–100 juta dolar AS), Scaled & Growing (di atas 100 juta dolar AS), hingga Multipliers (exit di atas 500 juta dolar AS).
Dari Pertumbuhan ke Ketahanan
Ekosistem startup Indonesia dinilai tengah memasuki fase baru, yakni pergeseran dari pertumbuhan cepat menuju ketahanan jangka panjang. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki lebih dari 3.100 startup aktif, menjadikannya salah satu ekosistem terbesar di dunia.
Meski tren pendanaan mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun terakhir, kondisi tersebut dinilai sebagai proses menuju ekosistem yang lebih sehat. Fokus kini beralih pada efisiensi, profitabilitas, dan penguatan fundamental bisnis.
Dengan dukungan pasar domestik yang besar—lebih dari 270 juta penduduk—serta pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk melahirkan perusahaan teknologi berskala global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!