Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Genjot PAD, Kolam-Kolam Mangkrak di Rejang Lebong Bakal Direvitalisasi

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Genjot PAD, Kolam-Kolam Mangkrak di Rejang Lebong Bakal Direvitalisasi Doc: ANTARA/Nur Muhamad
Ket. Arsip foto - Kondisi kolam pembesaran dan Balai Benih Ikan (BBI) Belumai I, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong.

REJANG LEBONG – Revitalisasi kolam ikan yang sempat terbengkalai itu rasanya seperti menghidupkan kembali ruang yang pernah punya cerita.

Dari yang tadinya penuh lumut, air keruh, dan nyaris terlupakan, perlahan dibersihkan, diperbaiki, lalu diisi lagi dengan kehidupan baru.

Prosesnya memang tidak instan, tapi justru di situ letak kepuasannya—melihat perubahan kecil yang akhirnya jadi sesuatu yang berarti.

Sekarang, kolam itu bukan cuma tempat ikan berenang, tapi juga jadi sudut yang lebih hidup dan menenangkan.

Ada rasa lega sekaligus bangga, karena sesuatu yang sempat ditinggalkan ternyata masih bisa diperbaiki dan diberi kesempatan kedua.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu tengah menyiapkan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan aset daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui revitalisasi 42 kolam yang terbengkalai.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Jumat (10/4), menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya aset milik daerah yang tidak terurus, padahal pembangunan maupun pengadaannya menelan anggaran negara yang cukup besar.

"Salah satu aset daerah yang terbengkalai ini ialah Balai Benih Ikan (BBI) dan kolam air deras Desa Belumai I, di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Aset ini akan kita jadikan percontohan agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah," kata dia.

Dia menjelaskan, dirinya telah meninjau kondisi BBI Belumai I dan telah menginstruksikan OPD terkait untuk segera merumuskan langkah strategis dan inovasi pengelolaan.

"Fokus utamanya adalah mengaktifkan kembali BBI Desa Belumai sebagai model pemanfaatan aset daerah yang optimal," terangnya.

Berdasarkan data teknis, BBI dan kolam pembesaran ikan di Desa Belumai I tersebut, kata dia, dibangun sekitar 15 tahun lalu menggunakan dana APBN. Namun, operasionalnya terhenti total sejak tahun 2015 akibat kerusakan pintu irigasi setelah diterjang banjir.

Meskipun pada tahun 2024 telah dilakukan upaya perbaikan infrastruktur, Hendri menilai pemanfaatannya hingga kini belum maksimal bagi kepentingan daerah maupun masyarakat.

"Ini patut kita berdayakan kembali sehingga hasilnya berdampak pada PAD Kabupaten Rejang Lebong dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan benih maupun ikan konsumsi," tegasnya.

Sebelum mengalami kerusakan, BBI Belumai I merupakan salah satu sentra perikanan produktif yang mampu menghasilkan hingga jutaan ekor benih ikan serta ikan nila, dan ikan mas konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.