Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tiongkok Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang Doc: Koran Jakarta /ones/and
Ket. Sumber: Asia Travel

BEIJING - Tiongkok pada Selasa (24/2), memberlakukan pembatasan ekspor terhadap 40 perusahaan Jepang dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, seiring meningkatnya ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menyebabkan jumlah wisatawan Tiongkok ke Jepang merosot tajam.

Dikutip dari AFP, perselisihan antara dua ekonomi terbesar di Asia itu dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu yang menyebut Jepang dapat melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Langkah yang diumumkan pada Selasa tersebut mencakup ekspor barang “dual-use”, yaitu barang yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer — kepada 20 entitas Jepang, termasuk lima anak perusahaan Mitsubishi Heavy Industries serta badan antariksa Jepang.

Kementerian Perdagangan Tiongkok juga menambahkan 20 organisasi Jepang lainnya, termasuk produsen mobil Subaru, ke dalam “daftar pengawasan” yang mewajibkan pemeriksaan lebih ketat terhadap barang ekspor yang berpotensi digunakan untuk tujuan militer.

“Langkah-langkah di atas bertujuan mengekang ‘remiliterisasi’ Jepang dan ambisi nuklirnya serta sepenuhnya sah, wajar, dan sesuai hukum,” demikian pernyataan kementerian perdagangan Tiongkok.

“Korporasi Jepang yang jujur dan taat hukum tidak perlu khawatir,” tambah pernyataan tersebut.

Pemerintah Jepang pada Selasa menyatakan pembatasan ekspor yang diberlakukan Tiongkok terhadap 40 perusahaan Jepang itu “sama sekali tidak dapat diterima dan sangat disesalkan”.

“Kami telah menyampaikan protes keras terhadap langkah tersebut dan menuntut pencabutannya,” kata juru bicara pemerintah Kei Sato.

Seorang pejabat kementerian perdagangan Jepang sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa Tokyo akan “mengambil langkah yang tepat” setelah menganalisis dampak pembatasan baru tersebut.

Komentar Takaichi mengenai Taiwan yang dianggap Tiongkok sebagai wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan untuk direbut dengan kekuatan militer — telah memicu kemarahan Beijing.

Dampak paling terlihat adalah penurunan tajam jumlah wisatawan Tiongkok ke Jepang, yang turun 61 persen pada Januari setelah Beijing memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke negara tersebut.

Pada Desember, jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning milik Tiongkok dua kali mengunci radar ke pesawat Jepang di perairan internasional dekat Okinawa, menurut pihak Jepang.

Tiongkok juga dilaporkan menangguhkan impor makanan laut dari Jepang. Dua panda terakhir Jepang juga telah dipulangkan ke Tiongkok bulan lalu.

Bulan lalu, Tiongkok mengumumkan pengetatan kontrol ekspor ke Jepang terhadap barang-barang yang berpotensi memiliki penggunaan militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.