Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Harus Damai. Warga Diajak Beramai-ramai Menjaganya

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 13:07 WIB | Oleh:
Papua Harus Damai. Warga Diajak Beramai-ramai Menjaganya Doc: ist
Ket. menjaga kedamaian tugas bersama

JAYAPURA – Wilayah Papua sulit membangun bila terus diwarnai konflik. Untuk itu, warga setempat harus beramai-ramai menjaga kedamaian. Papua harus damai. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta masyarakat agar merawat harmoni demi membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan Bumi Cenderawasih yang lebih baik, sejahtera, dan penuh kedamaian.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Setda Papua Setyo Wahyudi di Jayapura, Rabu, mengatakan perbedaan adalah anugerah yang harus disyukuri karena dari hal tersebut membangun persatuan untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

"Keberagaman suku, agama, dan budaya di Papua harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama," katanya saat memberikan arahan pada kegiatan Halalbihalal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, di Jayapura, Rabu.

Oleh karena itu, menurut Setyo, dalam pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, disiplin, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik.

"Kami sangat memberikan apresiasi peran tokoh agama sebagai penjaga moral dan perekat sosial di tengah masyarakat, serta mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga stabilitas dan memperkuat persaudaraan lintas umat beragama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran mengatakan kegiatan halalbihalal ini mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Merawat Harmoni, Bersama Membangun Papua Damai”.

"Nilai silaturahmi sejalan dengan ajaran agama yang menjunjung tinggi persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan," katanya. Menurut Klemens, Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai pembina umat sekaligus penguat kerukunan.

“Kami dari pusat sampai daerah memiliki tugas utama sebagai pembina umat yang mana membawa amanat negara dan harus menjaga netralitas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Apalagi kini, kata dia, tingkat kerukunan umat beragama di Papua menunjukkan capaian positif karena berdasarkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) 2025, Papua mencatat angka 77,89. “Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat. Ini harus terus dijaga,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya integritas dan keteladanan aparat sipil negara (ASN) Kemenag serta transformasi layanan keagamaan berbasis teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. "Selain itu, penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan tetap menjadi program prioritas, termasuk melalui pengembangan kelembagaan di daerah otonomi baru," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.