Putin Umumkan Gencatan Senjata 32 Jam di Ukraina Selama Libur Paskah Ortodoks
📅 Jumat, 10 Apr 2026, 10:35 WIB | Oleh: Lili LestariMOSKOW - Presiden Russia Vladimir Putin pada hari Kamis (9/4) mengumumkan gencatan senjata selama 32 jam di Ukraina selama akhir pekan Paskah Ortodoks, menyusul seruan sebelumnya dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menghentikan sementara beberapa permusuhan untuk memperingati hari raya tersebut.
Menurut laporan Associated Press, Dekrit Putin yang dikeluarkan oleh Kremlin, memerintahkan pasukan Russia untuk mematuhi gencatan senjata mulai pukul 4 sore hari Sabtu ( 11/4) dan berlangsung hingga akhir hari Minggu (12/4).
Zelenskyy sebelumnya pada minggu ini mengusulkan agar masing-masing pihak berhenti menargetkan infrastruktur energi satu sama lain selama hari raya tersebut. Ia menyampaikan tawaran tersebut melalui Amerika Serikat, yang telah menjadi mediator pembicaraan antara delegasi dari Moskow dan Kyiv karena invasi Russia telah berlangsung selama lima tahun.
Tidak ada reaksi langsung dari Kyiv terhadap pengumuman Putin.
Upaya sebelumnya untuk mengamankan gencatan senjata hanya berdampak kecil atau bahkan tidak berdampak sama sekali. Putin secara sepihak mengumumkan gencatan senjata selama 30 jam pada Paskah tahun lalu, tetapi masing-masing pihak saling tuding melakukan pelanggaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan Kremlin yang mengumumkan gencatan senjata mengatakan bahwa “perintah telah dikeluarkan untuk periode ini untuk menghentikan permusuhan ke segala arah.” Bahwa “pasukan harus siap untuk melawan setiap kemungkinan provokasi oleh musuh, serta setiap tindakan agresif.”
Kami berasumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Russia,” katanya.
Russia secara efektif menolak gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari yang diusulkan tahun lalu oleh AS dan Ukraina sebagai langkah menuju perdamaian, dan malah bersikeras pada penyelesaian komprehensif, tetapi Moskow telah mengumumkan beberapa gencatan senjata sepihak yang singkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perundingan yang dipimpin AS belum menghasilkan kemajuan pada isu-isu kunci, dan perhatian Washington telah beralih ke konflik Timur Tengah sementara tentara Rusia dan Ukraina tetap terlibat pertempuran di garis depan sepanjang kurang lebih 1.250 kilometer (800 mil).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!